<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153</id><updated>2011-12-15T15:41:15.454+03:00</updated><title type='text'>Penyejuk Iman</title><subtitle type='html'>Oleh: Abu Zahra</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-2076926098316940162</id><published>2009-02-17T22:12:00.002+03:00</published><updated>2009-02-17T22:38:13.679+03:00</updated><title type='text'>Sikap &amp; Kewajiban Ummat Islam atas Tragedi Palestina</title><content type='html'>Penulis: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Syaikh Muhammad bin ‘Umar Bazmul hafizhahullah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut penjelasan yang disampaikan oleh Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin ‘Umar Bazmul hafizhahullah ketika beliau menjawab pertanyaan tentang apa sikap dan kewajiban kita terkait dengan peristiwa yang menimpa saudara-saudara kita di Ghaza - Palestina. Penjelasan ini beliau sampaikan pada hari Senin 9 Muharram 1430 H dalam salah satu pelajaran yang beliau sampaikan, yaitu pelajaran syarh kitab Fadhlul Islam. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban terkait dengan peristiwa yang menimpa saudara-saudara kita kaum muslimin di Jalur Ghaza Palestina baru-baru ini adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama :&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;Merasakan besarnya nilai kehormatan darah (jiwa) seorang muslim. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ibnu Majah (no. 3932) dari shahabat ‘Abdullah bin ‘Umar berkata : Saya melihat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sedang berthawaf di Ka’bah seraya beliau berkata (kepada Ka’bah) :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;مَا أَطْيَبَكِ وَأَطْيَبَ رِيحَكِ مَا أَعْظَمَكِ وَأَعْظَمَ حُرْمَتَكِ، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَحُرْمَةُ الْمُؤْمِنِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ حُرْمَةً مِنْكِ مَالِهِ وَدَمِهِ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Betapa bagusnya engkau (wahai Ka’bah), betapa wangi aromamu, betapa besar nilaimu dan besar kehormatanmu. Namun, demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh kehormatan seorang mukmin jauh lebih besar di sisi Allah dibanding engkau, baik kehormatan harta maupun darah (jiwa)nya.” [1])&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat At-Tirmidzi (no. 2032) dengan lafazh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari shahabat ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallah ‘anhuma, bahwa Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam naik ke atas mimbar kemudian beliau berseru dengan suara yang sangat keras seraya berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;« يَا مَعْشَرَ مَنْ قَدْ أَسْلَمَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يُفْضِ الإِيمَانُ إِلَى قَلْبِهِ! لاَ تُؤْذُوا الْمُسْلِمِينَ! وَلاَ تُعَيِّرُوهُمْ! وَلاَ تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ! فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِى جَوْفِ رَحْلِهِ »&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Wahai segenap orang-orang yang berislam dengan ucapan lisannya namun keimanannya tidak menyentuh qalbunya, janganlah kalian mengganggu kaum muslimin, janganlah kalian mencela mereka, dan janganlah kalian mencari-cari aib mereka. Karena barangsiapa yang mencari-cari aib saudaranya muslim, maka pasti Allah akan terus mengikuti aibnya. Barangsiapa yang diikuti oleh Allah segala aibnya, maka pasti Allah akan membongkarnya walaupun dia (bersembunyi) di tengah rumahnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka suatu ketika Ibnu ‘Umar Radhiyallah ‘anhuma melihat kepada Ka’bah dengan mengatakan (kepada Ka’bah) : “Betapa besar kedudukanmu dan betapa besar kehormatanmu, namun seorang mukmin lebih besar kehormatannya di sisi Allah dibanding kamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam At-Tirmidzi berkata tentang kedudukan hadits tersebut : “Hadits yang hasan gharib.” Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi (no. 2032).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim apabila melihat darah kaum muslimin ditumpahkan, atau jiwa dibunuh, atau hati kaum muslimin diteror, maka tidak diragukan lagi pasti dia akan menjadikan ini sebagai perkara besar, karena terhormatnya darah kaum muslimin dan besarnya hak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menurutmu, kalau seandainya seorang muslim melihat ada orang yang hendak menghancurkan Ka’bah, ingin merobohkan dan mempermainkannya, maka betapa ia menjadikan hal ini sebagai perkara besar?!! Sementara Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam telah menegaskan bahwa “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh kehormatan seorang mukmin jauh lebih besar di sisi Allah dibanding engkau (wahai Ka’bah), baik kehormatan harta maupun darah (jiwa)nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka perkara pertama yang wajib atas kita adalah merasakan betapa besar nilai kehormatan darah kaum mukminin yang bersih, yang baik, dan sebagai pengikut sunnah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam, yang senantiasa berjalan di atas bimbingan Islam. Kita katakan, bahwa darah (kaum mukminin) tersebut memiliki kehormatan yang besar dalam hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak ridha -demi Allah- dengan ditumpahkannya darah seorang mukmin pun (apalagi lebih), walaupun setetes darah saja, tanpa alasan yang haq (dibenarkan oleh syari’at). Maka bagaimana dengan kebengisan dan peristiwa yang dilakukan oleh para ekstrimis, orang-orang yang zhalim, para penjajah negeri yang suci, bumi yang suci dan sekitarnya??! Innalillah wa inna ilaihi raji’un!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak boleh bagi seorang pun untuk tidak peduli dengan darah (kaum mukminin) tersebut, terkait dengan hak dan kehormatan (darah mukminin), kehormatan negeri tersebut, dan kehormatan setiap muslim di seluruh dunia, dari kezhaliman tangan orang kafir yang penuh dosa, durhaka, dan penuh kezhaliman seperti peristiwa (yang terjadi sekarang di Palestina) walaupun kezhaliman yang lebih ringan dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua :&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;Wajib atas kita membela saudara-saudara kita. Pembelaan kita tersebut harus dilakukan dengan cara yang syar’i. Cara yang syar’i itu tersimpulkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;- Kita membela mereka dengan cara do’a untuk mereka. Kita do’akan mereka pada waktu sepertiga malam terakhir, kita do’akan mereka dalam sujud-sujud (kita), bahkan kita do’akan dalam qunut (nazilah) yang dilakukan pada waktu shalat jika memang diizinkan/diperintahkan oleh waliyyul amr (pemerintah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan heran dengan pernyataanku “dalam qunut nazilah yang dilakukan dalam shalat jika memang diizinkan/diperintahkan oleh waliyyul amr.” Karena umat Islam telah melalui berbagai musibah yang dahsyat pada zaman shahabat Nabi, namun tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa para shahabat melakukan qunut nazilah selama mereka tidak diperintah oleh pimpinan (kaum muslimin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu aku katakan : Kita membantu saudara-saudara kita dengan do’a pada waktu-waktu sepertiga malam terakhir, kita bantu saudara-saudara kita dengan do’a dalam sujud, kita membantu saudara-saudara kita dengan do’a saat-saat kita berdzikir dan menghadap Allah agar Allah menolong kaum muslimin yang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah membebaskan kaum muslimin dari cengkraman tangan-tangan zhalim, dan mengokohkan mereka (kaum muslimin) dengan ucapan (aqidah) yang haq, serta menolong mereka terhadap musuh kita, musuh mereka, musuh Allah, dan musuh kaum mukminin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga dan Keempat&lt;/span&gt;, terkait dengan sikap kita terhadap peristiwa Ghaza :&lt;br /&gt;Kita harus waspada terhadap orang-orang yang memancing di air keruh, menyeru dengan seruan-seruan yang penuh emosional atau seruan yang ditegakkan di atas perasaan (jauh dari bimbingan ilmu dan sikap ilmiah), yang justru membuat kita terjatuh pada masalah yang makin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian tahu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berada di Makkah, berada dalam periode Makkah, ketika itu beliau mengetahui bahwa orang-orang kafir terus menimpakan siksaan yang keras terhadap kaum muslimin. Sampai-sampai kaum muslimin ketika itu meminta kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam agar menginzinkan mereka berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Rasululllah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam hanya mengizinkan sebagian mereka untuk berhijrah (meninggalkan tanah suci Makkah menuju ke negeri Habasyah), namun sebagian lainnya (tidak beliau izinkan) sehingga mereka terus minta izin dari Rasulullah untuk berperang dan berjihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari shahabat Khabbab bin Al-Arat Radhiyallahu ‘anhu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;شَكَوْنَا إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ مُتَوَسِّدٌ بُرْدَةً لَهُ فِي ظِلِّ الْكَعْبَةِ، قُلْنَا لَهُ : أَلاَ تَسْتَنْصِرُ لَنَا أَلا تَدْعُو اللهَ لَنَا؟ قَالَ: كَانَ الرَّجُلُ فِيمَنْ قَبْلَكُمْ يُحْفَرُ لَهُ فِي الأَرْضِ فَيُجْعَلُ فِيهِ فَيُجَاءُ بِالْمِنْشَارِ فَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ فَيُشَقُّ بِاثْنَتَيْنِ وَمَا يَصُدُّهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ، وَيُمْشَطُ بِأَمْشَاطِ الْحَدِيدِ مَا دُونَ لَحْمِهِ مِنْ عَظْمٍ أَوْ عَصَبٍ وَمَا يَصُدُّهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ، وَاللهِ لَيُتِمَّنَّ هَذَا الأَمْرَ حَتَّى يَسِيرَ الرَّاكِبُ مِنْ صَنْعَاءَ إِلَى حَضْرَمَوْتَ لاَ يَخَافُ إِلاَّ اللهَ أَوْ الذِّئْبَ عَلَى غَنَمِهِ وَلَكِنَّكُمْ تَسْتَعْجِلُونَ”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kami mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ketika beliau sedang berbantalkan burdahnya di bawah Ka’bah –di mana saat itu kami telah mendapatkan siksaan dari kaum musyrikin–. Kami berkata kepada beliau : “Wahai Rasulullah, mintakanlah pertolongan (dari Allah) untuk kami? berdo’alah (wahai Rasulullah) kepada Allah untuk kami?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam [2]) : “Bahwa dulu seseorang dari kalangan umat sebelum kalian, ada yang digalikan lubang untuknya kemudian ia dimasukkan ke lubang tersebut. Ada juga yang didatangkan padanya gergaji, kemudian gergaji tersebut diletakkan di atas kepalanya lalu ia digergaji sehingga badannya terbelah jadi dua, akan tetapi perlakuan itu tidaklah menyebabkan mereka berpaling dari agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang disisir dengan sisir besi, sehingga berpisahlah tulang dan dagingnya, akan tetapi perlakuan itu pun tidaklah menyebabkan mereka berpaling dari agamanya. Demi Allah, Allah akan menyempurnakan urusan ini (Islam), hingga (akan ada) seorang pengendara yang berjalan menempuh perjalanan dari Shan’a ke Hadramaut, dia tidak takut kecuali hanya kepada Allah atau (dia hanya khawatir terhadap) srigala (yang akan menerkam) kambingnya. Akan tetapi kalian tergesa-gesa.&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari (no. 3612, 3852, 6941).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam terus berada dalam kondisi ini dalam periode Makkah selama 13 tahun. Ketika beliau berada di Madinah, setelah berjalan selama 2 tahun turunlah ayat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;(أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ﴾ (الحج: 39 )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Telah diizinkan bagi orang-orang yang diperangi karena mereka telah dizhalimi. Sesungguhnya Allah untuk menolong mereka adalah sangat mampu.” [Al-Haj : 39]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ini merupakan izin bagi mereka untuk berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah itu turun lagi ayat :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;(وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ﴾ ( البقرة:190)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian, (tetapi) janganlah kalian melampaui batas, karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” [Al-Baqarah : 190]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah itu turun ayat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ إِنَّهُمْ لا أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُونَ﴾(التوبة: من الآية12)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti. [At-Taubah : 12]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;(قَاتِلُوا الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ﴾ (التوبة: من الآية29)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada Hari Akhir” [At-Taubah : 29]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni bisa kita katakan, bahwa perintah langsung untuk berjihad turun setelah 16 atau 17 tahun berlalunya awal risalah. Jika masa dakwah Rasulullah adalah 23 tahun, berarti 17 tahun adalah perintah untuk bersabar. Maka kenapa kita sekarang terburu-buru??!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada yang mengatakan : Ya Akhi, mereka (Yahudi) telah mengepung kita! Ya Akhi mereka (Yahudi) telah menzhalimi kita di Ghaza!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jawabannya : Bersabarlah, janganlah kalian terburu-buru dan janganlah kalian malah memperumit masalah. Janganlah kalian mengalihkan permasalahan dari kewajiban bersabar dan menahan diri kepada sikap perlawanan ditumpahkan padanya darah (kaum muslimin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudara-saudaraku, hingga pada jam berangkatnya aku untuk mengajar jumlah korban terbunuh sudah mencapai 537 orang, dan korban luka 2.500 orang. Apa ini?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalian menganggap enteng perkara ini? Mana kesabaran kalian? Mana sikap menahan diri kalian? Sebagaimana jihad itu ibadah, maka sabar pun juga merupakan ibadah. Bahkan tentang sabar ini Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;(إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” [Az-Zumar : 10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sabar merupakan ibadah. Kita beribadah kepada Allah dengan amalan kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kalian mengalihkan umat dari kondisi sabar menghadapi kepungan musuh kepada perlawanan dan penumpahan darah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kalian menjadikan warga yang aman, yang tidak memiliki keahlian berperang, baik terkait dengan urusan-urusan maupun prinsip-prinsip perang, kalian menjadikan mereka sasaran penyerbuan tersebut, sasaran serangan tersebut, dan sasaran pukulan tersebut, sementara kalian sendiri malah keluar menuju Beirut dan Libanon??! Kalian telah menimpakan bencana terhadap umat sementara kalian sendiri malah keluar (dari Palestina)??!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu saya katakan : Janganlah seorang pun menggiring kita dengan perasaan atau emosi kepada membalik realita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengatakan : bahwa wajib atas kita untuk bersabar dan menahan diri serta tidak tidak terburu-buru. Sabar adalah ibadah. Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabar dengan kesabaran yang panjang atas kezhaliman Quraisy dan atas kezhaliman orang-orang kafir. Kaum muslimin yang bersama beliau juga bersabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dakwah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam selama 23 tahun, sementara 17 tahun di antaranya Rasulullah bersabar (terhadap kekejaman/kebengisan kaum musyrikin) maka kenapa kita melupakan sisi kesabaran?? Dua atau tiga tahu mereka dikepung/diboikot! Kita bersabar dan jangan menimpakan kepada umat musibah, pembunuhan, kesusahan, dan kesulitan tersebut. Janganlah kita terburu beralih kepada aksi militer!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, takutlah kepada Allah! Apabila Rasulullah merasa iba kepada umatnya dalam masalah shalat, padahal itu merupakan rukun Islam yang kedua, beliau mengatakan (kepada Mu’adz) : “Apakah engkau hendak menjadi tukang fitnah wahai Mu’adz?!!” karena Mu’adz telah membaca surat terlalu panjang dalam shalat. Maka bagaimana menurutmu terhadap orang-orang yang hanya karena perasaan dan emosinya yang meluap menyeret umat kepada penumpahan darah dan aksi perlawanan yang mereka tidak memiliki kemampuan, bahkan walaupun sepersepuluh saja mereka tidak memiliki kemampuan untuk melakukan perlawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah tepat kalau kita katakan (pada mereka) : Apakah kalian hendak menimpakan musibah kepada umat dengan aksi perlawanan ini yang sebenarnya mereka sendiri tidak memiliki kemampuan untuk melakukan perlawanan tersebut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ingatkah kita ketika kaum kuffar dari kalangan Quraisy dan Yahudi berupaya mencabik-cabik Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam dalam perang Ahzab, setelah adanya pengepungan (terhadap Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam dan para shahabatnya) yang berlangsung selama satu bulan, lalu sikap apa yang Rasulullah lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu beliau Shallahu ‘alaihi wa Sallam mengutus kepada qabilah Ghathafan seraya berkata kepada mereka : “Saya akan memberikan kepada kalian separoh dari hasil perkebunan kurma di Madinah agar mereka (qabilah Ghathafan) tidak membantu orang-orang kafir dalam memerangi kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau mengutus kepada para pimpinan Anshar, maka mereka pun datang (kepada beliau). Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam menyampaikan kepada mereka bahwa beliau telah mengambil kebijakan begini dan begini, kemudian beliau berkata : “Kalian telah melihat apa yang telah menimpa umat berupa kegentingan dan kesulitan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan, bukanlah keletihan dan kesulitan yang menimpa umat sebagai perkara yang enteng bagi beliau Shallahu ‘alaihi wa Sallam. Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam tidak rela memimpin mereka untuk melakukan perlawanan militer dalam keadaan mereka tidak memiliki daya dan kemampuan, sehingga dengan itu beliau Shallahu ‘alaihi wa Sallam menerima dari shahabat Salman Al-Farisi ide untuk membuat parit (dalam rangka menghalangi kekuatan/serangan musuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah (cara perjuangan Rasulullah), padahal beliau adalah seorang Rasul Shallahu ‘alaihi wa Sallam dan bersama beliau para shahabatnya. Apakah kita lebih kuat imannya dibanding Rasulullah?! Apakah kita lebih kuat agamanya dibanding Rasulullah??! Apakah kita lebih besar kecintaannya terhadap Allah dan agama-Nya dibanding Rasulullah dan para shahabatnya??!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tentu tidak wahai saudaraku&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi Rasulullah tidak memaksakan (kepada para shahabatnya) untuk melakukan perlawanan (terhadap orang kafir). Bukan perkara yang ringan bagi beliau ketika kesulitan yang menimpa umat sudah sedemikian parah. Sehingga terpaksa beliau mengutus kepada qabilah Ghathafan untuk memberikan kepada mereka separo dari hasil perkebunan kurma Madinah (agar mereka tidak membantu kaum kafir menyerang Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam dan para shahabatnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Allah kuatkan hati dua pimpinan Anshar, keduanya berkata : ‘Wahai Rasulullah, mereka tidak memakan kurma tersebut dari kami pada masa Jahiliyyah, maka apakah mereka akan memakannya dari kami pada masa Islam? Tidak wahai Rasulullah. Kami akan tetap bersabar.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka (Anshar) tidak mengatakan : Kami akan tetap berperang. Namun mereka berkata : Kami akan bersabar. Maka tatkala mereka benar-benar bersabar, setia mengikuti Rasulullah, dan ridha, datanglah kepada mereka pertolongan dari arah yang tidak mereka sangka. Datanglah pertolongan dari sisi Allah, datanglah hujan dan angin, dan seterusnya. Bacalah peristiwa ini dalam kitab-kitab sirah, pada (pembahasan) tentang peristiwa perang Ahzab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, permasalahan yang aku ingatkan adalah : Janganlah ada seorangpun yang menyeret kalian hanya dengan perasaan dan emosinya, maka dia akan membalik realita yang sebenarnya kepada kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendengar sebagai orang mengatakan, bahwa “Penyelesaian permasalahan yang terjadi adalah dengan jihad, dan seruan untuk berjihad!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saya tidak mengingkari jihad, namun apabila yang dimaksud adalah jihad yang syar’i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara jihad yang syar’i memilliki syarat-syarat, dan syarat-syarat tersebut belum terpenuhi pada kita sekarang ini. Kita belum memenuhi syarat-syarat terlaksananya jihad syar’i pada hari ini. Sekarang kita tidak memiliki kemampuan untuk melakukan perlawanan. Allah tidak membebani seseorang kecuali sebatas kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Sayyiduna ‘Isa u pada akhir zaman nanti akan berhukum dengan syari’at Muhammad Shallahu ‘alaihi wa Sallam, ‘Isa adalah seorang nabi dan bersamanya kaum mukminin, namun Allah mewahyukan kepadanya : ‘Naiklah bersama hamba-hamba-Ku ke Jabal Ath-Thur karena sesungguhnya Aku akan mengeluarkan suatu kaum yang kalian tidak mampu melawannya.’ Siapakah kaum tersebut? Mereka adalah Ya`juj dan Ma`juj.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perampasan yang dilakukan oleh Ya’juj dan Ma’juj -mereka termasuk keturunan Adam (yakni manusia)- terhadap kawasan Syam dan sekitarnya seperti perampasan yang dilakukan oleh orang-orang kafir dan ahlul batil terhadap salah satu kawasan dari kawasan-kawasan (negeri-negeri) Islam. Maka jihad melawan mereka adalah termasuk jihad difa’ (defensif : membela diri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian ternyata Allah Subhanahu wa Ta’ala mewahyukan kepada ‘Isa ‘alaihissalam - beliau ketika itu berhukum dengan syari’at Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wa Sallam - : “Naiklah bersama hamba-hamba-Ku ke Jabal Ath-Thur. Karena sesungguhnya Aku akan mengeluarkan suatu kaum yang kalian tidak akan mampu melawannya.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak mengatakan kepada mereka : “Berangkatlah melakukan perlawanan terhadap mereka.” Allah tidak mengatakan kepada : “Bagaimana kalian membiarkan mereka mengusai negeri dan umat?” Tidak. Tapi Allah mengatakan : “Naiklah bersama hamba-hamba-Ku ke Jabal Ath-Thur. Karena sesungguhnya Aku akan mengeluarkan suatu kaum yang kalian tidak akan mampu melawannya.” Inilah hukum Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, meskipun jihad difa’ tetap kita harus melihat pada kemampuan. Kalau seandainya masalahnya adalah harus melawan dalam situasi dan kondisi apapun, maka apa gunanya Islam mensyari’atkan bolehnya perdamaian dan gencatan senjata antara kita dengan orang-orang kafir? Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;[وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا [الأنفال/61&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;“Jika mereka (orang-orang kafir) condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya (terimalah ajakan perdamaian tersebut).” [Al-Anfal : 61]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa makna itu semua?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Samahatusy Syaikh Bin Baz Rahimahullah menfatwakan bolehnya berdamai dengan Yahudi, meskipun mereka telah merampas sebagian tanah Palestina, dalam rangka menjaga darah kaum muslimin, menjaga jiwa mereka, dengan tetap diiringi mempersiapkan diri sebagai kewajiban menyiapkan kekuatan untuk berjihad. Persiapan kekuatan untuk berjihad dimulai pertama kali dengan persiapan maknawi imani (yakni mempersiapkan kekuatan iman), baru kemudian persiapan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kami tegaskan bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban kita terhadap tragedi besar yang menimpa kaum muslimin (di Palestina) dan negeri-negeri lainnya :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bahwa kita membantu mereka dengan do’a untuk mereka, dengan cara yang telah aku jelaskan di atas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kita menjadikan masalah darah kaum muslimin sebagai perkara besar, kita tidak boleh mengentengkan perkara ini. Kita menyadari bahwa ini merupakan perkara besar yang tidak diridhai oleh Allah dan Rasul-Nya serta kaum muslimin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kita waspada agar jangan sampai ada seorangpun yang menyeret kita hanya dengan perasaan dan emosi kepada perkara-perkara yang bertentangan dengan syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kita mendekatkan diri dan beribadah kepada Allah dengan cara mengingatkan diri kita dan saudara-saudara kita tentang masalah sabar. Allah telah berfirman : “Bersabarlah sebagaimana kesabaran para ulul ‘azmi dari kalangan para rasul.” [Al-Ahqaf : 35] Karena sesungguhnya sikap sabar merupakan sebuah siasat yang bijaksana dan terpuji dalam situasi dan kondisi seperti sekarang. Sabar merupakan obat. Dengan kesabaran dan ketenangan serta tidak terburu-buru insya Allah problem akan terselesaikan. Kita memohon kepada Allah pertolongan dan taufiq. Adapun mengajak umat pada perkara-perkara yang berbahaya maka ini bertentangan dengan syari’at Allah dan bertentangan dengan agama Allah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelima :&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;Memberikan bantuan materi yang disalurkan melalui lembaga-lembaga resmi, yaitu melalui jalur pemerintah. Selama pemerintah membuka pintu (penyaluran) bantuan materi dan sumbangan maka pemerintah lebih berhak didengar dan ditaati. Setiap orang yang mampu untuk menyumbang maka hendaknya dia menyumbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang lapang jiwanya untuk membantu maka hendaknya dia membantu. Namun janganlah menyalurkan harta dan bantuan tersebut kecuali melalui jalur resmi sehingga lebih terjamin insya Allah akan sampai ke sasarannya. Jangan tertipu dengan nama besar apapun, jika itu bukan jalur yang resmi yang bisa dipertanggungjawabkan. Janganlah memberikan bantuan dan sumbanganmu kecuali pada jalur resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah secara ringkas kewajiban kita terhadap tragedi yang menimpa saudara-saudara di Ghaza. Saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menolong dan mengokohkan mereka serta memenangkan mereka atas musuh-musuh kita dan musuh-musuh mereka (saudara-saudara kita yang di Palestina), serta menghilangkan dari mereka (malapetaka tersebut). Kita memohon agar Dia menunjukkan keajaiban-keajaiban Qudrah-Nya atas para penjajah, para penindas, dan para perampas yang zhalim dan penganiaya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;(Dikutip dari tulisan asli berjudul "SIKAP DAN KEWAJIBAN UMAT ISLAM TERHADAP TRAGEDI PALESTINA", diterjemahkan dari nasihat Syaikh Muhammad bin ‘Umar Bazmul hafizhahullah. URL Sumber http://www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Footnote :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;[1] Semula Asy-Syaikh Al-Albani mendha’ifkan hadits ini, sehingga beliau pun meletakkannya dalam Dha’if Sunan Ibni Majah dan Dha’if Al-Jami’. Namun kemudian beliau rujuk dari pendapat tersebut. Beliau menshahihkan hadits tersebut dan memasukkannya dalam Ash-Shahihah no. 3420. beliau rahimahullah mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;هذا؛ وقد كنت ضعفت حديث ابن ماجه هذا في بعض تخريجاتي وتعليقاتي قبل أن يطبع (( شعب الإيمان ))، فلما وقفت على إسناده فيه، وتبينت حسنه، بادرت إلى تخريجه هنا تبرئة للذمة، ونصحا للأمة داعيا ( ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا )، وبناء عليه؛ ينقل الحديث من ( ضعيف الجامع الصغير ) و ( ضعيف سنن ابن ماجه ) إلى ( صحيحيهما ).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;[2] Dalam riwayat Al-Bukhari lainnya dengan lafazh disebutkan bahwa : Maka beliau langsung duduk dengan wajah memerah seraya bersabda : … .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat…&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-2076926098316940162?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/2076926098316940162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=2076926098316940162&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/2076926098316940162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/2076926098316940162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2009/02/sikap-kewajiban-ummat-islam-atas.html' title='Sikap &amp; Kewajiban Ummat Islam atas Tragedi Palestina'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-6971530465200456249</id><published>2008-12-27T13:11:00.004+03:00</published><updated>2008-12-30T15:14:14.666+03:00</updated><title type='text'>Hukum Turut Serta Perayaan Natal &amp; Tahun Baru</title><content type='html'>Sangat disesalkan, banyak kaum muslimin yang ternyata ikut-ikutan gembira dan ikut-ikutan merayakan hari raya/hari besar kaum kafir. Di antara adalah perayaan Natal dan Tahun Baru. Yang lebih parah adalah Tahun Baru, karena banyak dari kaum muslimin yang tidak mengerti bahwa itu termasuk perayaan/hari besar orang-orang kafir. Mereka beralasan bahwa Tahun Baru bersifat universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping tidak sedikit dari kaum muslimin yang ikut meramaikan perayaan Natal, atau sekadar membantu tetangganya yang beragama kristen untuk merayakan Natal, berupa turut membantu memasak, hadir dalam undangan Natal, turut mengucapkan selamat, dll. Ini semua termasuk turut andil dalam perayaan hari besar agama kafir.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya seorang muslim menimbang segala ucapan dan perbuatannya dengan timbangan syari’at Allah. Bagaimana Islam mengatur hubungan dengan orang-orang kafir. Apakah boleh turut andil atau turut kerja sama, atau sekadar ikut meramaikan acara perayaan orang-orang kafir? Termasuk  bolehkah ikut meramaikan atau ikut-ikutan senang dengan perayaan Natal dan Tahun Baru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut penjelasan seorang ‘ulama besar international, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Asy-Syaikh Al-’Allamah ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah&lt;/span&gt;, Mufti Besar Kerajaan Saudi Arabia (kini telah wafat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;سماحة الإمام الوالد عبد العزيز بن عبد الله بن باز&lt;/span&gt; : لا يجوز للمسلم ولا للمسلمة مشاركة&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; النصارى ، أو اليهود ، أو غيرهم من الكفرة في أعيادهم ، بل يجب ترك ذلك ؛ لأن من تشبه بقوم فهو منهم ، والرسول - صلى الله عليه وسلم - حذرنا من مشابهتهم والتخلق بأخلاقهم ، فعلى المؤمن وعلى المؤمنة الحذر من ذلك ، وأن لا يساعد في إقامة هذه الأعياد بأي شيء ؛ لأنها أعياد مخالفة لشرع الله ، ويقيمها أعداء الله ؛ فلا يجوز الاشتراك فيها ، ولا التعاون مع أهلها ، ولا مساعدتهم بأي شيء ، لا بالشاي ، ولا بالقهوة ، ولا بأي شيء من الأمور كالأواني ، ونحوها . وأيضًا يقول الله سبحانه :&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; ﴿ وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ  ).[ المائدة : 2 ] .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فالمشاركة مع الكفرة في أعيادهم نوع من التعاون على الإثم والعدوان ، فالواجب على كل مسلم وعلى كل مسلمة ترك ذلك .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ولا ينبغي للعاقل أن يغتر بالناس في أفعالهم ، الواجب أن ينظر في الشرع إلى الإسلام وما جاء به ، وأن يمتثل أمر الله ورسوله ن وأن لا ينظر إلى أمور الناس فإن أكثر الخلق لا يبالي بما شرع الله ، كما قال الله - عز وجل في كتابه العظيم - : &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;﴿ وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللهِ ﴾ . [ الأنعام : 116 ]&lt;/span&gt; . وقال سبحانه : &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;﴿ وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ ﴾ . [ يوسف : 103 ] .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فالعوائد المخالفة للشرع لا يجوز الأخذ بها وإن فعلها الناس ، والمؤمن يزن أفعاله وأقواله ، ويزن أفعال الناس وأقوال الناس بالكتاب والسنة . بكتاب الله وسنة رسوله - عليه الصلاة والسلام - فما وافقهما أو أحدهما فهو المقبول ، وإن تركه الناس ، وما خالفهما أو أحدهما فهو المردود وإن فعله الناس .&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samahatul Imam Al-’Allamah Asy-Syaikh ‘Abdul Aziz bin Baz rahimahullah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak boleh&lt;/span&gt; bagi muslim dan muslimah untuk ikut serta dengan kaum Nashara, Yahudi, atau kaum kafir lainnya dalam acara perayaan-perayaan mereka. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bahkan wajib meninggalkannya&lt;/span&gt;. Karena barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk kaum tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan kita dari sikap menyerupai mereka atau berakhlaq dengan akhlaq mereka. Maka wajib atas setiap mukmin dan mukminah untuk waspada dari hal tersebut, dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tidak boleh membantu &lt;/span&gt;untuk merayakan perayaan-perayaan orang-orang kafir tersebut dengan sesuatu apapun, karena itu merupakan perayaan yang menyelisihi syari’at Allah dan dirayakan oleh para musuh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tidak boleh turut serta&lt;/span&gt; dalam acara perayaan tersebut, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tidak boleh bekerja sama&lt;/span&gt; dengan orang-orang yang merayakannya, dan tidak boleh membantunya dengan sesuatu apapun, baik teh, kopi, atau perkara lainnya seperti alat-alat atau yang semisalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;( وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan, dan jangalah kalian tolong menolong dalam dosa dan permusuhan” [&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al-Ma`idah : 2&lt;/span&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikut serta dengan orang-orang kafir dalam acara perayaan-perayaan mereka merupakan salah satu bentuk tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan. Maka wajib atas setiap muslim dan muslimah untuk meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak selayaknya bagi seorang yang berakal jernih untuk tertipu dengan perbuatan-perbuatan orang lain. Yang wajib atasnya adalah melihat kepada syari’at dan aturan yang dibawa oleh Islam, merealisasikan perintah Allah dan Rasul-Nya, dan sebaliknya tidak menimbangnya dengan aturan manusia, karena kebanyakan manusia tidak mempedulikan syari’at Allah. Sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;( وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِي الأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللهِ )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau engkau mentaati mayoritas orang yang ada di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.” [&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Al-An’am : 116&lt;/span&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;( وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kebanyakan manusia tidaklah beriman walaupun engkau sangat bersemangat (untuk menyampaikan penjelasan).” [&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yusuf : 103&lt;/span&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Maka segala perayaan yang bertentangan dengan syari’at Allah tidak boleh dirayakan meskipun banyak manusia yang merayakannya&lt;/span&gt;. Seorang mukmin menimbang segala ucapan dan perbuatannya, juga menimbang segala perbuatan dan ucapan manusia, dengan timbangan Al-Qur`an dan As-Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala yang sesuai dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah atau salah satu dari keduanya, maka diterima meskipun ditinggakan manusia. Sebaliknya, segala yang bertentangan dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah atau salah satunya, maka ditolak meskipun dilakukan oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah rahimahullahI/405&lt;/span&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a style="font-style: italic;" target="new" href="http://www.assalafy.org/mahad/?p=288"&gt;As-salafy.org&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-6971530465200456249?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/6971530465200456249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=6971530465200456249&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/6971530465200456249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/6971530465200456249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2008/12/hukum-turut-serta-perayaan-dan-tahun.html' title='Hukum Turut Serta Perayaan Natal &amp; Tahun Baru'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-3276928541657879654</id><published>2008-08-09T11:05:00.002+03:00</published><updated>2008-08-09T11:23:51.020+03:00</updated><title type='text'>Sumber yang sama... Hasil yang berbeda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_11_A7h3cFWg/SJbdbos6SLI/AAAAAAAAAC4/4-eazOVwYwA/s1600/alquranwallpaper.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_11_A7h3cFWg/SJbdbos6SLI/AAAAAAAAAC4/4-eazOVwYwA/s1600/alquranwallpaper.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Zaman keemasan para sahabat dan tabi'in telah berlalu begitu jauh. Kejayaan islam yang dulu kita banggakan kini hanya kita dengar dan pelajari.&lt;br /&gt;Kisah keteladan para generasi pertama banyak membuat kita terpukau.. Akan sebuah kejujuran, ketawadhuán, kesholihah, kedermawanan, kewaro'an, ketaatan bahkan kekuatan.. Mereka telah menjadi teladan dan panutan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa mereka bisa seperti itu? sedangkan sumber kita tetap satu. Mereka mereguk kenikmatan iman dari sumber Al-Quran sehingga kepribadian mereka begitu indah. Mereka mempelajari dan membaca Al-Quran sehingga akhlak mereka begitu mulia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber kita sebenarnya sama walau hasil yang kita dapatkan berbeda.&lt;br /&gt;Adakah yang salah dengan kita? Saat orang jujur susah didapatkan.. Saat semua orang mengejar kekuasaan.. Saat tak banyak lagi yang peduli dengan sesama.. Saat bertemu sesama hanya selalu menaruh saling curiga.. Saat ketaatan tak lagi menjadi keinginan.. Saat kekuatan islam tak lagi diperhitungkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang salah? Kenapa generasi pertama bisa, sedangkan kita tidak? Padahal sumber kita sama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegalauan ini pernah dijawab oleh seorang ulama yang harus mati di tiang gantungan karena mempertahankan prinsip aqidah yang ia pegang. Beliau mengungkapkan dalam sebuah bukunya yang kontemporer mengapa hal itu bisa terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga sebab mengapa generasi sahabat berbeda dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Generasi Pertama mereka hanya menjadikan Al-Quran sebagai sumber rujukan, yang mereka mereguk semua yang ada di dalamnya tanpa memilih dan memilah dan tanpa ada keraguan sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan generasi saat ini menjadikan Al-Quran sebagai pelengkap dari buku-buku dan hasil Peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Generasi Pertama bukan membaca dan mempelajari Al-Quran untuk pengetahuan dan menambah wawasan, atau karena ingin menikmati bacaannya, atau hanya untuk mendapatkan kesejukan darinya. Tetapi mereka membaca dan mempelajari Al-Quran untuk diamalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Al-Quran diturun bukan sebagai kitab sastra, walaupun didalamnya dipenuhi sastra-sastra yang indah. Al-Quran juga diturunkan bukan sebagai kitab sejarah dan kisah walaupun didalamnya terdapat sejarah dan kisah-kisah umat terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan generasi saat ini mempelajari Al-Quran untuk menambah intelektualitasnya, mendengungkan bacaannya semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sebab ketiga adalah: Saat generasi pertama masuk ke dalam islam, mereka meninggalkan segala kejahiliaan mereka secara totalitas dengan mengikuti islam sebagai aturan kehidupan baru mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang generasi saat ini ketika mengenal islam, masih tetap mengikuti kebiasaan jahiliyah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membaca lengkap buku aslinya, anda dapat mendownloadnya versi Bahasa Arab di &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/1827278/Maalim.doc.html"&gt;sini&lt;/a&gt; , dan versi bahasa Indonesia di &lt;a href="http://www.ziddu.com/downloadfile/1859298/PetunjukSepanjangJalan...pdf.html"&gt;sini&lt;/a&gt;. (Sumber : &lt;a href="http://jabal-uhud.blogspot.com/"&gt;Zulhamdi M. Saad, Lc&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-3276928541657879654?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/3276928541657879654/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=3276928541657879654&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/3276928541657879654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/3276928541657879654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2008/08/sumber-yang-sama-hasil-yang-berbeda.html' title='Sumber yang sama... Hasil yang berbeda'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_11_A7h3cFWg/SJbdbos6SLI/AAAAAAAAAC4/4-eazOVwYwA/s72-c/alquranwallpaper.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-6203134629241015065</id><published>2008-04-23T14:42:00.004+03:00</published><updated>2008-04-23T16:21:58.019+03:00</updated><title type='text'>Singkirkan Sifat Pengecut</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dewasa ini banyak sekali para ulama yang turut berkiprah didunia politik, entah itu beralasan sebegai mediator dakwah yang murni dari hati nurani untuk mengawasi dan mengontrol penyimpangan para pejabat negara ataupun semata mencari keuntungan pribadi dengan menjabat kursi-kursi politik yang ada dinegara kita ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Harapan besar dari para pejabat negara yang mengisi kursi pemerintahan tentunya adalah terciptanya kepemimpinan yang adil dan berani menindak tegas segala bentuk penyimpangan yang berbau kolusi, korupsi dan nepotisme diantara jajarannya (KKN). Hal ini konon disebut-sebut sebagai bagian dari kepemimpinan politik dimasa orde baru, Namun saat ini bentuk penyimpangan seperti itu belum juga bersih sepenuhnya meski reformasi telah lama digembar-gemborkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Ulama yang duduk dikursi politik hendaknya memiliki Jiwa yang tangguh, yaitu mereka yang tidak takut menghadapi tekanan, tudingan ataupun ancaman. Bahkan saat berada dalam keadaan disudutkan, ditekan dan dianggap pelaku segala kejahatan, mereka harus berani menunjukkan jati diri yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakmampuan tak selamanya mengharuskan terdiam dan hanya mampu menyaksikan bentuk penyimpangan, Para pemimpin diharapkan mampu menyingkirkan sifat pengecut. Mulai dari bentuk penghinaan negara luar, propaganda yang merusak tatanan umat beragama dan penyimpangan kaidah kepercayaan, kesemuanya harus mampu dihadapi dengan tegas yang tentunya dengan langkah yang berhati-hati. Kekuatan lawan yang lebih besar jangan sampai mengundurkan agenda dakwah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tokoh-tokoh politik yang mendapat todongan dan tudingan yang kadangkala mengancam keselamatan hidup, Hal ini diharapkan bukanlah sesuatu yang menyurutkan langkah untuk menegakkan kebenaran. Para Ulama semoga mampu dengan kecerdikannya dan kehati-hatiannya menjadi seorang tokoh yang bijaksana sebagai juru dakwah, Melangkah dengan berani dan kewaspadaan akan mengantarkan kejalan kemenangan dan kesuksesan. Allah Maha Adil dan Maha Mendengar, pertoloangan akan datang dari-Nya. Amien.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-6203134629241015065?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/6203134629241015065/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=6203134629241015065&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/6203134629241015065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/6203134629241015065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2008/04/singkirkan-sifat-pengecut.html' title='Singkirkan Sifat Pengecut'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-900391742074144010</id><published>2008-03-08T16:47:00.009+03:00</published><updated>2008-04-23T16:27:05.063+03:00</updated><title type='text'>Film Ayat-Ayat Cinta</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:arial;" &gt;Film Ayat-Ayat Cinta adalah sebuah hasil karya yang berhasil memukau. Tidak hanya bagi kalangan wanita saja, tetapi kaum pria yang turut menyaksikan film Ayat-ayat cinta ini terhanyut dalam sebuah keharuan bagaimana peran yang dilakoni para pemain. Suatu kepedihan yang mendalam, keharuan yang mencekam membuahkan tetes air mata bagi penontonnya.Diangkat dari sebuah novel berjudul Ayat-ayat cinta, film ini mengisahkan  tentang:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:arial;" &gt;Fahri bin Abdillah adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Berjibaku dengan panas-debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Semua target dijalani Fahri dengan penuh antusiasme kecuali satu: menikah.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:arial;" &gt;Dia adalah laki-laki taat yang begitu ‘lurus’. Dia tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berhadapan dengan mahluk bernama perempuan. Hanya ada sedikit perempuan yang dekat dengannya selama ini. Neneknya, Ibunya dan saudara perempuannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:arial;" &gt;Tapi pindah ke Mesir membuat hal itu berubah setelah dia bertemu dan menyukai dengan beberapa wanita yang masing masing mempunyai latar belakang berbeda. Lalu bagaimana bocah desa nan lurus itu menghadapi ini semua? Wanita mana yang dipilihnya? Bisakah dia menjalani semua dalam jalur Islam yang sangat dia yakini? Silakan saksikan film Ayat-ayat cinta dibawah ini!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;object height="330" width="410"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.megavideo.com/v/30LU6CBZb08ad649ea8e2ef512bddb9d93665d7a.5888322550.0"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://www.megavideo.com/v/30LU6CBZb08ad649ea8e2ef512bddb9d93665d7a.5888322550.0" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" height="330" width="410"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;klik disini untuk nonton bagian &lt;a href="http://www.dennyshotspot.com/sinetron/aac_files/ayat2.html" target="MAIN"&gt;ke-2&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.dennyshotspot.com/sinetron/aac_files/ayat3.html" target="MAIN"&gt;ke-3&lt;/a&gt; Ayat-ayat Cinta.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-900391742074144010?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/900391742074144010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=900391742074144010&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/900391742074144010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/900391742074144010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2008/03/film-ayat-ayat-cinta.html' title='Film Ayat-Ayat Cinta'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-2275531028494915520</id><published>2007-12-03T17:51:00.000+03:00</published><updated>2007-12-03T19:26:06.389+03:00</updated><title type='text'>Cara Tangkal dan Tanggulangi Sihir</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Allah Subhanahu wa ta'ala telah mensyariatkan kepada hamba-Nya agar mereka menjauhkan diri dari kejahatan sihir sebelum terjadi pada diri mereka. Ini merupakan rahmat, kasih sayang, kebaikan dan kesempurnaan nikmat Allah kepada hamba-Nya. Ada beberapa usaha menjaga diri dari bahaya sihir sebelum terjadi, begitu pula cara pengobatannya bila terkena sihir yang dibolehkan menurut hukum syariat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Adapun tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari bahaya kejahatan ilmu sihir adalah dengan melakukan dzikir, membaca doa dan ta'awudz sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, di antaranya:&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;1. Membaca ayat kursi Al-quran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Hal ini di anjurkan untuk dibaca setiap selesai shalat lima waktu, sesudah membaca wirid yang disyariatkan setelah salam, atau membacanya ketika akan tidur. Karena ayat kursi termasuk ayat yang paling besar nilainya dalam Alquran. Rosulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda dalam satu hadits shohihnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;''&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Barangsiapa yang membaca ayat kursi pada malam hari maka Allah akan senantiasa menjaganya dan setan tidak akan mendekatinya hingga masuk waktu pagi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;.''&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Ayat kursi yang dimaksud adalah surat Al Baqarah ayat 255, yang artinya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;''Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus, mengurus (makhluk-Nya) tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa seizin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.'' (QS Al Baqarah:255).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;2. Membaca Surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An-Naas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Begitu pula halnya surat-surat ini dianjurkan untuk dibaca setiap selesai shalat lima waktu, dan membaca ketiga surat tersebut sebanyak tiga kali pada pagi hari setelah shalat subuh dan menjelang malam setelah shalat maghrib, sebagaimana hadits riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasaai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;3. Membaca Surat Al Baqarah ayat 285-286&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Membaca dua ayat terkhir surat Al-baqarah ini dianjurkan dilakukan pada permulan malam, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;''&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah pada malam hari, maka cukuplah baginya (itu sebagai pelindung dari kejahatan)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;'' (Muttafaqun Alaih). Adapun kedua ayat tersebut adalah berbunyi yang artinya sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;- Rasul telah beriman kepada Alquran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula dengan orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat, kitab-kitab dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): ''Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya'', dan mereka mengatakan: ''Kami dengar dan kami taat'' (Mereka berdoa): ''Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkau-lah tempat kembali'' (Al Baqarah 285).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;- Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapatkan pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang ia kerjakannya. (Mereka berdoa): ''Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau bersalah. Ya Tuhan kami janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.''(Al Baqarah 286).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;4. Banyak membaca ta'awudz dengan menggunakan kalimat Allah yang sempurna (Alquran) untuk memohon perlindungan diri dari kejahatan makhluk-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Hendaklah dibaca pada malam dan siang hari ketika berada di suatu tempat, ketika masuk ke dalam bangunan, ketika berada di tengah padang pasir, di udara atau di laut. Sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam: Barang siapa yang turun di suatu tempat dan ia mengucapkan ''Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan yang diciptakan'' maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya sampai ia meninggalkan tempat itu.'' (HR Muslim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;5. Membaca doa di bawah ini masing-masing tiga kali pada pagi dan menjelang malam:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;''&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dengan nama Allah yang bilamana nama-Nya disebut maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakannya baik di bumi maupun di langit dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;.'' (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Bacaan dzikir dan ta'awudz ini merupakan penyebab utama dalam memperoleh keselamatan dan untuk menjauhkan diri dari kejahatan sihir serta kejahatan lainnya. Terutama bagi mereka yang mengamalkannya dengan benar disertai keyakinan yang penuh kepada Allah, bertumpu dan pasrah kepada-Nya dengan lapang dada dan hati yang khusyuk. (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Tim Kajian Qolbun Salim-35&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;)&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-2275531028494915520?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/2275531028494915520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=2275531028494915520&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/2275531028494915520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/2275531028494915520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2007/12/cara-tangkal-dan-tanggulangi-sihir.html' title='Cara Tangkal dan Tanggulangi Sihir'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-4957924507347144001</id><published>2007-09-12T11:51:00.000+03:00</published><updated>2007-09-12T12:23:24.790+03:00</updated><title type='text'>Selamat Datang Ya Ramadhan</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kami keluarga besar Maharani Alya azzahra dengan datangnya bulan suci Ramadha Karim, bulan yang penuh rahmat, pengampunan dan mag'fhiroh ini... Kami mengucapkan maaf lahir bathin atas kesalahan dan kekhilafan kata-kata selama ini. "Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Bulan Ramadhan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.itypeit.net/"&gt;&lt;img src="http://img527.imageshack.us/img527/4228/619tl3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-4957924507347144001?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/4957924507347144001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=4957924507347144001&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/4957924507347144001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/4957924507347144001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2007/09/selamat-datang-ya-ramadhan.html' title='Selamat Datang Ya Ramadhan'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-1280930145482249052</id><published>2007-09-07T13:26:00.000+03:00</published><updated>2007-09-07T14:04:54.761+03:00</updated><title type='text'>Ruqyah Sebagai Pengobatan Alternatif</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Saat ini banyak sekali orang yang mencari pengobatan alternatif bagi penyakit yang dideritanya karena sakitnya yang tak kunjung sembuh meskipun berbagai rumah sakit terkenal dengan dokter spesialisnya dan peralatan yang canggih. Pengobatan alternatif yang biasa dilakukan oleh kaum Muslimin adalah Ruqyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Ruqiyah sebenarnya sudah dikenal sejak jaman jahiliyah, yaitu sebelum nabi Muhammad SAW di utus sebagai nabi. Ruqyah pun dikenal oleh sebagian besar masyarakat Yahudi dan Nasrani. Bagaimanakah proses Ruqyah tersebut dan pandangan Islam terhadap Ruqiyah?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(0, 102, 0);" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kaum Muslimin kita harus berhati-hati, tidak asal berbuat untuk mendapatkan keselamatan dunia sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Isra, ayat 36 : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhanya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Arti daripada Ruqyah&lt;br /&gt;Ruqyah dalam Islam ialah membaca ayat-ayat al-qur'an, dzikir-dzikir serta do'a-do'a dihadapan orang yang sakit dengan harapan diberikan ke ridho'an dan kesembuhan oleh Allah Subhanallahu Wa'taala (al-Qaul al-Mufid 'ala Kitab Tauhid, karya Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin I/177). Sedangkan pada jaman jahiliyah dahulu, Ruqyah kebanyakan dilakukan dengan menggunakan bahasa-bahasa, sarana-sarana serta cara-cara syirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun saat ini di indonesia masih banyak ruqyah yang dilakukan dengan jalan yang salah, dimana ruqyah dilakukan dengan membaca &lt;span style="font-style: italic;"&gt;japa mantera&lt;/span&gt; yang mengandung unsur-unsur syirik. Maka Ruqyah semacam ini yang diharamkan di dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Syarat-syarat Ruqyah&lt;br /&gt;Pada prinsipnya Ruqyah diperbolehkan dalam Islam, selama hal itu memenuhi persyaratan-persyaratannya. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani mengatakan dalam 'Fathul Bari Syarah Shahih al-Bukhari', Para Ulama telah bersepakat tentang bolehnya ruqyah manakala terkumpul tiga syarat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Harus dengan kalam Allah atau dengan nama-nama dan sifat-Nya&lt;br /&gt;2. Harus dengan bahasa Arab atau bahasa lain yang difahami maknanya&lt;br /&gt;3. Harus meyakini bahwa bukanlah dzat ruqyah itu sendiri yang berpengaruh, melainkan "Dzad Allah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruqyah selain menggunakan bahasa Arab atau bahasa lain yang tidak dimengerti maknanya dikhawatirkan merupakan perkataan kufur atau perkataan yang mengandung unsur syirik (Fatul Majid, bab MaaJaa'a fir Ruqa wat Tama-im)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Ayat serta Do'a untuk Ruqyah&lt;br /&gt;Contoh dari ayat serta do'a yang dibacakan saat me-ruqyah diantaranya ; Surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Naas, yang juga disebut sebagai surat-surat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mu'awwidzaat&lt;/span&gt;. Surat al-Fatihah juga merupakan surat yang pernah dibacakan seorang sahabat nabi kepada kepala suku sebuah kafilah saat sakit tersengat binatang berbisa dengan cara membacakan al-Fatihah, lalu mengumpulkan ludahnya dan meludahkannya pada tempat yang sakit sehingga kepala suku itupun sembuh sama sekalai (Shahih Bukhari, Kitab ath-Thibb, bab ar-Ruqa bi Fatihatil Kitab. Fathul Bari X/199).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ayat al-Qur'an pada prinsipnya bisa digunakan untuk me-Ruqyah (Risalah fi Akham ar-Ruqa wat Tama'im, karya abu Mu'adz Muhammad bin Ibrahim; Maktabah al-Ummah &amp; Maktabah ath-Tharafain. Hal. 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan doa-doa yang diajarkan oleh Rasulallah bisa dilihat di Hadist Riwayat Bukhari no. 5743 Fathul Bari X/206, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Penyakit yang Bisa di Ruqyah&lt;br /&gt;Anas bin Malik Radiallahu'anhu, salah seorang sahabat Rasulallah SAW mengatakan; 'Rasulallah SAW memberikan rukhshah (membolehkan) untuk melakukan ruqyah pada penyakit 'ain, tersengat binatang berbisa dan luka labung' (HR. Muslim, kitab ath-Thibb, bab Istihbab ar-Ruqyah minal 'ain wan Namlah wal Humah wan Nadzrah/Syarah Nawawi, tahqiq Khalil Ma'mun Syiha XIV/406).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi menjelaskan bahwa hadist ditersebut tidak bermakna bahwa yang bisa diruqyah adalah ketiga penyakit diatas, tetapi hal tersebut hanya berkaitan dengan pertanyaan yang diajukan kepada Rasulallah SAW yang lalu beliau membolehkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dengan sanadnya, dari A'isyah Radiallahu'anha yang mengatakan 'Apabila ada salah seorang diantara kita yang sakit, maka Rasulallah SAW mengusap orang itu dengan tangan kananya sambil berdoa (HR. Muslim Kitab ath-Thibb, bab Istihbab Ruqyatil Maridh. Syarah Nawawi, tahqiq: Khalil Ma'mun Syiha XIV/401).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Cara meruqyah orang yang sakit&lt;br /&gt;Dari Penjelasan di atas ada beberapa cara yang dilakukan dalam meruqyah orang yang sakit, diantaranya dengan mengusap tubuh yang sakit dengan tangan kanan sambil mendoakannya, meniupkan nafas melalui tangan keseluruh tubuh yang sakit seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW ketika meruqyah dirinya sendiri, atau bisa pula dengan menyemburkan air liur/ludah kebagian tubuh yang sakit. Cara lain meruqyah juga bisa dilakukan seperti yang diajarkan oleh syari'at atau diakui oleh syari'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya Ruqyah diperbolehkan dalam Islam selama tidak mengandung unsur-unsur kemusyrikan seperti bahasa yang digunakan mengandung permohonan kepada jin, setan, malaikat atau siapapun selain Allah SWT. Atau cara lainnya yang tidak pernah dicontohkan dalam Islam, misalnya cara-cara Bid'ah (menggunakan alat-alat serta hal-hal yang mengandung unsur musyrik). Untuk itulah kaum Muslimin hendaknya berhati-hati dan waspada.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-1280930145482249052?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/1280930145482249052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=1280930145482249052&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/1280930145482249052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/1280930145482249052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2007/09/ruqyah-sebagai-pengobatan-alternatif.html' title='Ruqyah Sebagai Pengobatan Alternatif'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-334822921463043182</id><published>2007-08-11T11:16:00.000+03:00</published><updated>2007-08-11T14:13:48.084+03:00</updated><title type='text'>Penyakit Hati, Kehancuran dan Neraka</title><content type='html'>&lt;center  style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit hati (yang barada) dalam dada dan petunjuk, serta rahmat bagi orang-orang yang beriman&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;."(QS Al-qur'an, Yunus : 57)&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Penyakit hati adalah penyakit yang sangat berbahaya dimana bisa membuahkan penyakit sosial, membuat amalan-amalan menjadi sia-sia, bahkan merusak seluruh perbuatan manusia serta melahirkan kekerasan dan kekejian diantara sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Ketahuilah bahwa di dalam jasmani manusia ada segumpal darah. Jika baik segumpal darah itu, maka akan baik pula jasmaninya. Sebaliknya, jika rusak, maka akan rusak pula jasmaninya. Segumpal darah itu adalah Hati&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;." (HR Bukhari dan Muslim).&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;font-size:100%;" class="fullpost"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penyakit hati berbuah Penyakit sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit hati digambarkan dalam sebuah buku "Al-Islam Minhaj ath-Thaghyir" (oleh: Fathi Yakan), merupakan suatu kebodohan dan keragu-raguan terhadap kebenaran ajaran Islam, pengingkaran kemaksiatan atau penolakan terhadap ketentuan Allah SWT dan belenggu (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;al-aghlaal&lt;/span&gt;) yang memasung kemerdekaan hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya di Indonesia, bahkan di dunia ini orang lebih memperhatikan jasmani dibandingkan rohani. Negara-negara yang terserang wabah Flu burung, dibuat sibuk dengan pemusnahan hewan unggas, mengisolasi para penderita dengan menempatkan mereka diruang perawatan khusus dalam rumah sakit, mengadakan penelitian dan lain-lainnya. Sedangkan terhadap penyakit rohani, karena tersembunyi didalam hati maka banyak orang yang tidak memperhatikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal akibat lanjut dari penyakit hati ini adalah penyakit sosial yang berbahaya dan merusak tatanan hidup bermasyarakat baik saat ini maupun dimasa yang akan datang.  Diantaranya terjadi pemisahan atau sekulerisasi antara kehidupan agama dan non agama, yaitu antara ibadah mahdhah dengan muamalah, antara masjid dengan pasar, antara seni dengan moral, antara ilmu dengan amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai contoh ;&lt;br /&gt;- kesenian yang seronok dengan pakaian dan penampilan yang tidak senonoh (goyang Inul, dan goyang lainnya), ketika MUI memfatwakan itu haram karena akan menimbulkan kerusakan moral pada masyarakat, ternyata Inul mendapatkan pembelaan yang hebat dengan menyakatakan bahwa kesenian tidak boleh dikaitkan dengan agama karena akan memasung kreativitas. Parahnya lagi, para pembela Inul CS justru dari kalangan artis dan seniman yang sudah melakukan Ibadah Haji dan Umroh berkali-kali. Bahkan yang membuat kita beristighfar, adanya tokoh agama yang terang-terangan membelanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penyakit hati membawamu ke Neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara penyakit hati yang sering timbul dalam diri manusia adalah Riya dan Ujub. Riya adalah bagian dari perbuatan syirik mempersekutukan Allah, sedangkan Ujub adalah bagian dari perbuatan syirik terhadap diri sendiri, yang mana kedua sikap ini umumnya menyatu pada diri orang yang takabur. (Majmu 'Al-Fatawa 10/277)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah SAW dalam hadist Haritsah bin Wahab : "Maukah kalian aku beritakan tentang penghuni neraka; yaitu setiap orang yang berperangai jahat serta kasar (digambarkan dalam QS. An-Nihayah 3/180), orang gemuk yang berlebih-lebihan dalam berjalannya (An-Nihayah 1/416), dan orang-orang yang sombong". (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu pula dari Ibnu Mas'ud, bahwa Rasullallah bersabda ; "Tidaklah masuk surga barang siapa yang didalam hatinya terdapat kesombongan yang sebesar biji dzarah (atom) sekalipun." (HR. Muslim, bab Imam 91 1/93)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tambahan, dalam suatu hadis (kitab At-Targhib 1/162) juga disebutkan ada tiga hal yang membinasakan diri seseorang, yaitu kekikiran yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti serta seseorang yang membangggakan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyembah kepada Allah dan bersikap tawakal kepada-Nya adalah merupakan obat penawar untuk mencegah kedua penyakit hati yang buruk ini, yaitu Ujub dan Takabur. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata; "Seseorang yang melakukan Riya' pada hakekatnya ia tidak melakukan firman Allah:(hanya kepada-Mu aku menyembah), dan orang yang melakukan ujub  (bangga pada diri sendiri) pada hakekatnya juga tidak melakukan firman Allah: (hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)..."(Majmu Al-Fatawa 10/277).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-334822921463043182?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/334822921463043182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=334822921463043182&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/334822921463043182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/334822921463043182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2007/08/penyakit-hati-kehancuran-dan-neraka.html' title='Penyakit Hati, Kehancuran dan Neraka'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-7942838092547586614</id><published>2007-07-16T12:36:00.001+03:00</published><updated>2008-04-23T16:34:42.573+03:00</updated><title type='text'>Agama adalah Nasehat</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari, sesungguhnya Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa'salam bersabda: ''Agama itu adalah nasehat.'' Kami bertanya: ''Untuk siapa?'' Sabda Rasulullah : ''Untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslimin.'' (HR Muslim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Nasehat adalah sebuah kata singkat yang sangat penuh bermakna, maksudnya adalah segala hal yang baik. Dalam perbendaharaan kata bahasa Arab, kata 'nasehat' tidak memiliki persamaan kata. Sebagaimana disebutkan oleh para ulama Bahasa Arab, kata 'Al-fallaah' tidak memiliki persamaan kata yang setara dimana kata ini mencakup pengertian kebaikan dunia dan akhirat.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Nasehat dalam bahasa Arab artinya membersihkan atau memurnikan seperti pada kalimat 'nashakhtul 'asala' artinya saya membersihkan madu sampai tinggal tersisa yang murni. Akan tetapi, ada yang mengatakan bahwa nasihat juga mempunyai makna lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Agama adalah nasehat, kalimat ini mengandung arti bahwa nasehat merupakan tiang dan penopang agama. Sebagaimana halnya sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wa'salam 'haji adalah Arafah', maksudnya bahwa wukuf di 'Arafah adalah tiang dan bagian terpenting haji.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Penafsiaran kata 'nasehat' dan kata yang mengikutinya, para Ulama dan Khatabi memberikan suatu pengertian seperti dibawah ini :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(0, 102, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;1. Nasehat untuk Allah, maksudnya beriman semata-mata kepada-Nya, menjauhkan diri dari syirik dan sikap ingkar terhadap sifat-sifatNya, memberikan kepada Allah sifat-sifat sempurna dan segala keagungan, menyucikan-Nya dari segala kekurangan, menaati-Nya, menjauhkan diri dari perbuatan dosa, mencintai dan membenci sesuatu semata-mata karena-Nya, berjihad menghadapi orang-orang kafir, mengakui dan bersyukur atas semua nikmat-Nya, berlaku ikhlas dalam segala urusan, mengajak melakukan segala hal-hal yang baik sebagaimana disebutkan di atas, menganjurkan orang lain untuk berbuat semacam itu, dan bersikap lemah lembut kepada sesama manusia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Khatabi berkata: 'Secara prinsip, sifat-sifat baik tersebut kebaikannya kembali kepada pelakunya sendiri, karena Allah tidak memerlukan kebaikan dari siapa pun.'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;2. Nasehat untuk kitab-Nya, maksudnya adalah beriman kepada firman Allah dan diturunkan-Nya firman-firman itu kepada rasul-Nya, meyakini bahwa itu semua tidaklah sama dengan perkataan manusia dan tiada pula dapat dibandingkan dengan perkataan siapa pun. Kemudian menghormati firman Allah, membacanya dengan sungguh-sungguh, melafazhkannya dengan baik dengan sikap rendah hati dalam membacanya, menjaganya dari takwil orang-orang yang menyimpang, membenarkan segala isinya, mengikuti hukum-hukumnya, memahami berbagai macam ilmunya dan kalimat-kalimat perumpamaannya, mengambilnya sebagai pelajaran, merenungkan segala keajaibannya, mengamalkan dan menerima apa adanya tentang ayat-ayat mutasyabih, mengkaji ayat-ayat yang bersifat umum, dan mengajak manusia pada hal-hal sebagaimana tersebut di atas dalam mengimani kitabullah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Ayat-ayat mutasyabih artinya ayat-ayat yang didalamnya banyak mengandung makna atau "keserupaan" dan "kemiripan" (ambiguitas), Sehingga menimbulkan pengertian yang tidak tegas atau samar-samar dan timbul beberapa pengertian dikarenakan ketidakjelasan dalam segi lafadnya, rancu maknanya atau rancu dalam hal kedua-duanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;3.Nasehat untuk rasul-Nya, maksudnya disini adalah membenarkan ajaran-ajarannya, mengimani semua yang dibawanya, menaati perintah dan larangannya, membelanya semasa hidup maupun sesudah matinya, melawan para musuhnya, membela para pengikutnya, menghormati haknya, memuliakannya, menghidupkan sunnahnya, mengikuti seruannya, menyebarluaskan tuntunannya, tidak menuduhnya melakukan hal yang tidak baik, menyebarluaskan ilmunya dan memahami segala arti dari ilmu-ilmu itu, mengajak manusia kepada ajarannya, berlaku santun dalam mengajarkannya, mengagungkannya dan berlaku baik ketika membaca sunnah-sunnahnya, tidak membicarakan hal-hal yang tidak diketahuinya tentang sunnahnya, memuliakan para pengikut sunnahnya, meniru akhlak dan kesopanannya, mencintai keluarganya, para sahabatnya, meniggalkan orang yang melakukan perkara bid'ah dan orang yang tidak mengakui salah seorang shahabat beliau dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;4. Nasehat untuk para pemimpin umat Islam, maksudnya ialah menolong mereka dalam kebenaran, menaati perintah mereka dan memperingatkan kesalahan mereka dengan lemah lembut, memberitahu mereka jika mereka lupa, memberitahukan kepada mereka apa yang menjadi hak-hak kaum muslim, tidak melawan mreka dengan senjata, dan makmum shalat di belakang mereka, berjihad bersama mereka dan mendo'akan mereka untuk mendapatkan kebaikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;5. Nasehat untuk seluruh kaum muslimin selain para penguasa, maksudnya ialah memberikan bimbingan kepada mereka apa yang dapat memberikan kebaikan bagi mereka dalam urusan dunia dan akhirat, memberikan bantuan kepada mereka, menutup aib dan cacat mereka, menghindarkan mereka dari hal-hal yang membahayakan dan mengusahakan kebaikan bagi mereka, menyuruh mereka berbuat ma'ruf dan mencegah mereka dari kemungkaran dengan sikap santun dan ikhlas, kasih sayang dengan mereka, memuliakan yang tua dan menyayangi yang muda, memberikan nasihat yang baik kepada mereka, menjauhi kebencian dan kedengkian, mencintai sesuatu yang menjadi hak mereka seperti mencintai sesuatu yang menjadi miliknya sendiri, tidak menyukai sesuatu yang tidak mereka sukai sebagaimana yang ia sendiri tidak menyukainya, melindungi harta dan kehormatan mereka, dan sebagainya baik dengan ucapan maupun perbuatan serta menganjurkan keapda mereka untuk menerapkan perilaku-perilaku tersebut diatas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Memberikan nasehat hukumnya fardhu kifayah, Dimana jika telah ada yang melaksanakannya, maka yang lain terlepas dari kewajiban ini. Hal ini merupakan suatu keharusan yang dikerjakan sesuai kemampuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Syarah Hadits Arbain Imam Nawawi, Ibnu Daqiq Al'Ied.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-7942838092547586614?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/7942838092547586614/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=7942838092547586614&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/7942838092547586614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/7942838092547586614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2007/07/dari-abu-ruqayyah-tamiim-bin-aus-ad.html' title='Agama adalah Nasehat'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-4857192971469514459</id><published>2007-06-28T14:58:00.001+03:00</published><updated>2008-04-23T16:32:06.143+03:00</updated><title type='text'>Muhammad Nabi Terakhir</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Q.S. 33:49, "Muhammad bukan bapak salah seorang dari kamu, tetapi Ia adalah nabi terakhir, Allah Mahatahu tentang segala hal" Karena Muhammad saw. adalah Rasulullah dan nabi yang terakhir, maka tidak akan ada lagi nabi yang akan diutus oleh Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dalam sebuah hadis digambarkan bahwa, Rasulullah menjelaskan bahwa beliau adalah seorang sayid  (anutan) serta seorang aqib (nabi akhir zaman/terakhir). Oleh sebab itu, syariat (hukum-hukum) yang disampaikan oleh Rasulullah adalah syariat sepanjang zaman. Itu berarti yang wajib dalam syariat Islam, wajib sepanjang zaman, dan yang haram akan haram sepanjang zaman.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Hal ini saya angkat sebagai sebuah postingan mengingat banyaknya penyebaran aliran Ahmadiyah, pengikut Ahmadiyah mempercayai bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Imam Al-Mahdi, dan ada juga yang memperpcayai bahwa Mirza Ghulam Ahmad menerima wahyu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : &lt;a target="new" href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0805/26/0801.htm"&gt;pikiran rakyat.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-4857192971469514459?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/4857192971469514459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=4857192971469514459&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/4857192971469514459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/4857192971469514459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2007/06/muhammad-nabi-terakhir.html' title='Muhammad Nabi Terakhir'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-8176860602401267339</id><published>2007-06-21T14:20:00.000+03:00</published><updated>2007-06-21T15:58:08.834+03:00</updated><title type='text'>Mabuk Asmara (Al-‘isyqu )</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Para remaja, pemuda dan pemudi tatkala mereka telah mengenal yang namanya cinta maka diantaranya ada yang tak luput dari perasaan cinta yang mendalam. Bahkan bisa jadi perasaan cinta yang berlebihan diantara kedua insan yang berlainan jenis ini  membuat mereka "mabuk kepayang" lupa diri karena asmara cinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Jatuh cinta merupakan sesuatu yang luar biasa indahnya untuk dirasakan, konon katanya membuat hati berbunga-bunga dengan beribu khayalan terlintas dibenak seseorang. Mabuk asmara adalah penyakit yang berbahaya, merusak jiwa, mendatangkan perasaan gelisah dan gundah gulana.Bahkan tidak jarang orang yang menjadi gila dan membunuh dirinya karena cinta yang menguasai hatinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Sebab-sebab timbulnya mabuk asmara (Al-‘isyqu) diantaranya:&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" class="fullpost" &gt;&lt;br /&gt;1. Berpaling dari Allah subhanahu wa ta’ala.&lt;br /&gt;Barang siapa yang mengenal Allah, maka Allah akan menautkan hati hamba hanya kepada-Nya, dan tidak mungkin berpaling mencari kekasih lain selain dari-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kekosongan hati.&lt;br /&gt;Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: “Mabuk asmara akan menimpa hati yang tidak terisi oleh cinta kepada Allah, hati yang selalu berpaling dari-Nya dan mencari pengganti-Nya. Sesungguhnya jiwa itu tidak pernah kosong. Jika tidak disibukkan dengan hal-hal yang bermanfaat pasti akan terisi dengan hal-hal yang membahayakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Media Informasi yang menyesatkan.&lt;br /&gt;Media Audio visual atau media cetak berupa buku-buku bacaan dan gambar-gambar (photo) dapat memicu membangkitkan gejolak cinta dan birahi kaula muda bahkan usia anak-anakpun turut terpengaruh dengan menampilkan sosok wanita sexy yang menggoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga buku-buku yang menerangkan hubungan intim secara vulgar, menelanjangi seluruh rasa malu, ditambah lagi dengan puisi-puisi dan syair-syair cinta yang berisi kata-kata tidak senonoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Taklid buta.&lt;br /&gt;Banyak orang yang terpedaya dengan kisah percintaan yang romantis, bahkan terpesona oleh Si pelakunya atau mendengarkan lagu-lagu yang penuh dengan ungkapan asmara, cinta, rindu, ataupun membaca puisi-puisi dari orang-orang yang dirundung rindu sehingga membutakan perasaan dan pikirannya dan hanyut dalam khayalan asmara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Keliru dalam memahami makna cinta.&lt;br /&gt;Jelas, bahwa orang yang tidak memiliki rasa cinta adalah orang yang bebal dan kasar perangainya, hatinya keras dan tidak memiliki kemuliaan. Tetapi membatasi makna cinta hanya pada jatuh cinta yang diharamkan adalah suatu kejahilan dan penyimpangan. Sebab makna cinta sangat luas dan umum. Bentuknya juga beraneka ragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tertipu oleh ungkapan orang-orang yang membolehkan mabuk cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pamer kecantikan, tabarruj dan membuka aurat.&lt;br /&gt;Faktor inilah yang menjadi penyebab terbesar munculnya mabuk cinta atau demam asmara dikalangan muda-mudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mengumbar pandangan mata.&lt;br /&gt;Mata ibarat cermin bagi hati, terlalu bebas mengumbar pandangan akan melahirkan kebinasaan. Demikianlah, pandangan mata ibarat anak panah yang dilepaskan Iblis, dan anak panah ini amat cepat menembus ke lubuk hati dan bereaksi amat cepat meracuni hati. Jika ia tidak bersegera menyingkirkan racunnya maka racun itu pasti akan membunuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Percakapan melalui telepon.&lt;br /&gt;Bisa jadi seorang gadis awalnya adalah gadis yang baik akhlaqnya. Kemudian sang gadis menganggap sepele percakapan melalui telepon dengan para pemuda hingga akhirnya ia terjerumus dalam perkara yang tidak baik. Bahkan sudah dimaklumi bahwa terkadang dari sekedar mendengar suaranya akan melahirkan cinta walaupun belum bertemu pandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah beberapa penyebab yang dapat menimbulakan mabuk cinta atau mabuk asmara (Al-‘isyqu) pada diri seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diringkas dari kitab Al-’Isyqu, karya Muhammad Ibrahim Al-Hamd.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-8176860602401267339?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/8176860602401267339/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=8176860602401267339&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/8176860602401267339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/8176860602401267339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2007/06/mabuk-asmara-al-isyqu.html' title='Mabuk Asmara (Al-‘isyqu )'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-2744537589299395421</id><published>2007-05-10T12:29:00.000+03:00</published><updated>2007-05-25T13:52:20.316+03:00</updated><title type='text'>Wanita Idaman Lelaki</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Banyaknya wanita yang belum menemukan jodohnya, Sungguh suatu fenomena yang memprihatinkan. Pernikahan merupakan kebutuhan yang cukup mendasar, bisa dikatakan semua orang menginginkan dan merindukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Terlepas dari jumlah wanita yang semakin membengkak, tentu tak luput dari faktor kriteria pilihan. Tak lagi dipungkiri bahwa lelaki memiliki setumpuk kriteria bagi calon wanita idamannya sebagai calon istri. Sehingga tidak jarang karena ketat dan tingginya kriteria mengakibatkan jodoh sebatas angan-angan aja.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Bunga, sekedar sebutan, usianya sudah merayap pada angka 40-an tahun. berulang kali proses pernikahannya gagal. Cantik memang tidak dimilikinya, tinggi juga kurang, kekayaan pun tidak  bisa diharapkan, parahnya lagi dia juga bukan tipe wanita yang rajin mengkaji ilmu agama dan akhlak. Hari-harinya dilalui dengan penuh tanda tanya, "kapankah suami akan diperolehnya?".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Adakah Yang Menolak Istri sholeha?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dari kasus Bunga diatas, sudah selayaknya kaum muslimah menggali potensi agar meningkatkan kualitas diri. Cantik dan moleknya tubuh sudah dari sananya, demikian juga dengan kecerdasan, tingkat sosial, dan semacamnya. Tetapi ada yang bisa dikembangkan sehingga menjadi muslimah berkualitas. Ilmu agama yang baik dan disertai dengan penempatan diri yang bijak, akan menghasilkan akhlak yang mulia. Tiada pilihan kecuali menjadi wanita sholeha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Cantik, merupakan patokan utama yang umumnya jadi idaman kebanyakan orang, namun jika tidak disertai sifat kesholehan bisa berbahaya. Begitu pula dengan kepandaian atau kepintaran, akan merepotkan bila tidak disertai oleh akhlak yang baik, bisa menjadikan wanita yang panjang lidah, tidak sopan dan tidak beradab, atau selalu menjadi pembangkang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Begitu pula yang berharta, tanpa bimbingan agama maka kekayaannya sering tidak membawa manfaat, bahkan sebaliknya menjadi bencana. Status sosial yang tidak dibarengi kualitas agama yang baik hanya akan memunculkan sifat keangkuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Berbeda dengan Bunga, siapa yang tidak ingin menikah dengan wanita kaya, cantik, pintar dan terpandang, sholeha lagi!?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Inilah wanita idaman pilihan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam memberi tuntunan dalam memilih wanita idaman yang akan dijadikan sebagai istri. Bukan sekedar memilih yang pintar, tapi pria mesti pintar memilih dan wanita pun harus berlaku pintar agar menjadi sosok pilihan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Rasulullah SAW menggambarkan beberapa sifat seorang wanita sholeha, pendek tapi cukup untuk menjadi pedoman bagi muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kalian mau saya beritahu tentang simpanan seseorang yang yang paling berharga? Yaitu wanita salihah yang (suaminya) menjadi bahagia bila memandangnya, bila diperintah segera dipenuhi, dan bila suaminya tidak ada dia menjaga kehormatannya." (riwayat Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Taat, seorang wanita yang terbiasa taat pada orang tua maka akan mudah taat pada suami. Selama perintah suaminya adalah ma'ruf (tidak menyelisihi syariat) dia segera melaksanakannya. Bila perintah tersebut tidak berkenan, akan dicarinya waktu yang tepat untuk meyakinkan suami agar mengurungkan perintahnya tanpa dibarengi bantahan, penentangan, atau pemaksaan kehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Enak Dipandang, tidak harus cantik. Mengoptimalkan segala potensi yang dimilikinya seorang wanita akan membuat senang suami yang memandangnya. Dia akan mampu membuat suaminya merasa nyaman, tenang dan puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cinta dan Pasrah, seorang pria tentu mengharapkan seorang istri yang mampu mencintai sepenuh hati dan bersikap pasrah. Wanita yang dalam berbuat dan bertingkah laku selalu berupaya menyenangkan suami dan menjauhi hal-hal yang mendatangkan kebenciannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Suka Membantu, wanita sholeha adalah yang selalu mengajak suaminya pada kebaikan agama dan dunianya. Bukannya memberatkan, namun justru mengingatkan suami untuk selalu berlaku taat pada Allah subhanahu wa ta'ala, serta memberikan saran dan pendapat demi kemajuan usaha sang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu 'anha, istri pertama Rasulullah SAW sekaligus ibu kita semua, merupakan teladan wanita pilihan. Beliau sumbangkan harta dan perhatiannya untuk perjuangan Rasulullah, menyantuni kerabat dan selalu menyambung silaturahmi. Akankah Anda mewarisi sifat dan perilakunya? Kalau ya, karenanyalah engkau dipilih!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-2744537589299395421?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/2744537589299395421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=2744537589299395421&amp;isPopup=true' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/2744537589299395421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/2744537589299395421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2007/05/wanita-idaman-lelaki.html' title='Wanita Idaman Lelaki'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-5086982091593789181</id><published>2007-04-05T12:49:00.000+03:00</published><updated>2007-05-25T13:57:02.262+03:00</updated><title type='text'>Kesibukan Istri Mengurus Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-family: times new roman;"&gt;Tugas seorang istri dalam sebuah rumah tangga adalah memberikan perhatian dalam masalah rumah tangga, akan tetapi itu bukanlah hal yang mudah karena dengan pekerjaan memasak, menyapu, mencuci pakaian, dan semisalnya yang memang menjadi tuntutan tugas sehari-hari memerlukan pembagian waktu yang bijak dan tepat sehingga tidak ada pekerjaan yang tercecer. Dengan kehadiran seorang pembantu rumah tangga diharapkan membantu seorang istri memiliki waktu istirahat yang cukup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-family: times new roman;"&gt;Dalam kondisi rumah yang berantakan, misalnya sepatu tercecer dimana-mana, maianan anak-anak ada disetiap sudut rumah, bahkan sisa makanan dilantai bertaburan, Maka hal itu akan memicu rasa sumpek dalam diri seorang suami tatkala pulang kerumah dengan memandang hal demikian.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-family: times new roman;"&gt;Apabila suami melihat anak-anaknya dengan pakaian mereka lusuh dan menyebarkan bau tidak sedap, maka istri beralasan bahwa bukan kewajibannya mengurus itu semua. Istri menuntut suami agar mencarikan pembantu dengan mengesampingkan tinjauan-tinjauan syari'ah. Dengan hadirnya pembantu, diharapkan seorang istri memiliki waktu istirahat lebih banyak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-family: times new roman;"&gt;Ditinjau dari keinginan memiliki seorang pembantu, maka "Betul, pekerjaan istri memang berat. Namun, perlu dimengerti bahwa keadaan istri-istri sekarang jauh lebih baik daripada keadaan istri-istri sahabat yang mereka tentu lebih baik daripada istri-istri zaman sekarang. Terbukti bahwa pekerjaan mereka sangat sulit. Sebagai contoh adalah kisah-kisah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="color: rgb(0, 102, 0); font-family: times new roman;"&gt;Dari Asma' binti Umais dia berkata, "Pernah pada suatu hari bersamaan dengan musibah yang Ja'far dan sahabat-sahabatnya (pasukannya), maka RasuluLlah mendatangiku dan saat itu aku telah selesai menyamak empat puluh kulit dan menggiling tepung, kemudian aku hampiri anak-anakmu dan kubersihkan wajah serta kuminyaki mereka"&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="color: rgb(0, 102, 0); font-family: times new roman;"&gt;Asma' binti Abu Bakar berkata, "Tatkala Zubair menikahiku, dia tidak memiliki harta benda di dunia ini. Tidak pula memiliki hamba sahaya, tidak memiliki apapun kecuali onta dan kuda, maka akhirnya akulah yang harus mengurusi kudanya"&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="color: rgb(0, 102, 0); font-family: times new roman;"&gt;Adapun Fathimah binti RasuluLlah, biasa menarik penggilingan sehingga tangannya lecet, mengambil air dengan qirbah sehingga bekas-bekas goresan qirbah itu membekas di lehernya, membersihkan rumah dan menyalakan tungku sehingga mengotori pakaiannya dan kesusahan dalam mengurus dirinya."&lt;/li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan gambaran di atas, dapat dimaklumi bahwa pekerjaan seorang istri dirumah memanglah tidak mudah dan itu dikenal dari zaman kezaman sejak dahulu kala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qoyyim berkomentar tentang hal tersebut, "Sesungguhnya perjanjian-perjanjian yang umum dikembalikan pada tradisi, tradisi yang sudah umum adalah pengabdian seorang wanita dalam mengurus rumah tangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ada yang berdalil bahwa pekerjaan Fathimah dan Asma' hanyalah pekerjaan sukarela yang tidak mengikat, maka pernyataan itu dapat dibantah. Sebab, ternyata Fathimah juga mengeluhkan perihal pekerjaan yang berat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulallah SAW melihat Asma' memanggul makanan ternak di atas kepalanya &amp;amp; saat itu Zubair di sampingnya, maka Nabi tidak mengatakan, "Ini bukan pekerjaan Asma", dan ini tindakan dhalim terhadapnya." Tapi beliau menyetujui pelayanan (Asma') dan semua sahabat yang lain juga menyetujui pelayanan istri mereka. Beliau memahami bahwa di antara tabiat wanita ada yang lapang menerima pekerjaan, tapi ada pula yang sebaliknya. Ini adalah perkara yang pasti."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wasiat Rasululah tatkala Fathimah mengeluh untuk dicarikan pembantu, Rasul bersabda,&lt;br /&gt;"Maukah aku kabarkan kepadamu sesuatu yang lebih baik daripada pembantu? Hendaklah engkay ucapkanlah menjelang tidur, tasbih (SubhanaLlah) 33 kali, tahmid (AlhamduliLlah) 33 kali, dan takbir (Allahu akbar) 34 kali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian bahwa pekerjaan rumah adalah urusan istri, hendaklah sebagai suami turut meringankan pekerjaan dengan membantu pekerjaan rumah yang selaras dengan kemampuan dan kelayakan bagi suami. Dalam sebuah hadist diceritakan "Rasullah SAW, beliau adalah semulia-mulia hamba. Beliau biasa menjahit pakaian, memperbaiki sandal dan menambal ember, tanpa mengurangi kemuliaannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hajar berkata, "Hadits ini menganjurkan (suami) untuk bersikap tawadhu' (rendah hati), tidak sombong serta siap membantu istrinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, bagi hamba-hamba yang mendapatkan rizki yang lebih boleh saja mempekerjakan seorang pembantu untuk keluarganya selagi sesuai dengan aturan Sya'riat. Karena hal ini termasuk sikap terpuji, lembut dan toleransi terhadap istri yang memang sarat dengan pekerjaan. Hal ini pernah juga dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat, dan hal ini bukanlah merupakan sesuatu yang tabu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-5086982091593789181?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/5086982091593789181/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=5086982091593789181&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/5086982091593789181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/5086982091593789181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2007/04/kesibukan-istri-mengurus-rumah-tangga.html' title='Kesibukan Istri Mengurus Rumah Tangga'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-9164435677754121515</id><published>2007-03-03T22:14:00.001+03:00</published><updated>2008-04-23T16:30:16.127+03:00</updated><title type='text'>Hikmah Dari Bencana Alam</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Sebagai seorang Muslim kita berkeyakinan bahwa apa yang sedang melanda negeri kita Indonesia adalah musibah atas kehendak-Nya, meskipun segala sesuatu yang terjadi melalui perantara fenomena alam dan ulah manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Segala sesuatu yang dikehendaki-Nya pasti terjadi, dan segala sesuatu yang tidak dikehendaki-Nya pasti tidak akan terjadi.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Dalam beberapa tahun terakhir ini bangsa kita "dikejutkan" dengan berbagai macam musibah, seperti gempa bumi, tsunami, tanah longsor, lahar gunung berapi, kekeringan, banjir bandang, lumpur panas, angin puting beliung dan kecelakaan (kapal laut, pesawat terbang, KA, dan kendaraan darat), sampai-sampai musibah yang menimpa hampir seluruh jamaah haji kita dimana mereka kelaparan saat menunaikan ibadah haji ditanah suci.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Kenapa bangsa kita berturut-turut mengalami musibah bencana alam? Para Alim Ulama, Ustad,Kyai akan berpikir dan bertanya-tanya apa dosa dan kesalahannya sehingga harus mengalami penderitaan yang berat dan berturut-turut?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Bencana alam terjadi akibat ulah tangan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, misalnya karena perambahan hutan digunung, orang-orang membangun gedung yang tinggi menjulang tanpa memikirkan bahwa perlu adanya wilayah resapan air, akibatnya terjadilah banjir dimana air tak lagi ada tempat leluasa mengalir atau meresap. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Alquran Surat Ar-Rum Ayat 41 disebutkan: "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;secara tidak langsung antara lain berbuat kejahatan dan kemaksiatan (perzinaan/prostitusi, percabulan), perjudian, minum minuman keras, pencurian (korupsi). Jika perbuatan itu merajalela akan mengundang datangnya bencana. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Hadis yang diberitakan oleh Ummu Salmah, Nabi Muhammad saw bersabda: "Jika kemaksiatan yang dilakukan oleh umatku semakin jelas ( terbuka ), maka Allah swt akan menimpakan azab kepada mereka semua". Ummu Salmah bertanya: "Apakah termasuk kepada mereka yang saleh?" Nabi menjawab: "Ya, tentu".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Jadi, jika bencana alam menimpa suatu daerah, semua penduduk di daerah itu terkena musibah, tidak membedakan antara yang saleh dan yang jahat. Mengapa orang-orang yang taat kepada Tuhan juga terkena musibah? Karena di pundak orang-orang yang saleh itu terdapat kewajiban melaksanakan amar makruf nahi munkar agar penduduk di daerahnya menjauhi kejahatan dan kemaksiatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Menurut pandangan Islam, musibah itu bisa merupakan cobaan, peringatan, bisa pula berupa azab. Maka dari itu, marilah hendaknya kita bisa mawas diri dan merenung, adakah kaitan antara musibah tersebut dengan perilaku mereka, untuk kemudian mereka memperbaiki perilakunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Allah swt berfirman dalam Alquran Surat AI-Baqarah Ayat 155: "Dan sesungguhnya Kami akan mengujimu dengan sesuatu cobaan seperti ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan ( bahan makanan ). Namun gembirakanlah orang-orang yang bersabar". &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-9164435677754121515?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/9164435677754121515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=9164435677754121515&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/9164435677754121515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/9164435677754121515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2007/03/hikmah-dari-bencana-alam.html' title='Hikmah Dari Bencana Alam'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-292269550283490442</id><published>2006-12-12T23:23:00.001+03:00</published><updated>2008-04-23T16:37:00.576+03:00</updated><title type='text'>Nasehat Mengenai Do'a</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Ikhwan dan Akhwat, Engkau adalah makhluk lemah, senantiasa butuh kepada Allah, maka senantiasalah engkau tengadahkan tangan berdo'a kepada-Nya, mengharap pengampunan, dan pertolongan-Nya baik di dunia maupun di akhirat hingga engkau kembali dengan membawa anugerah kebaikan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Sabda Rasullulloh Shollallahu 'alayhi wa sallam :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;"Sesungguhnya Rabb kalian itu adalah Dzat Yang Maha Pemalu dan Maha Pemurah, Dia merasa malu terhadap hamba-Nya yang menengadahkan tangannya kepada-Nya kemudian Dia mengembalikannya dengan hampa". (Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Ibnu Majah, 3117).&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Namun ingatlah, jangan teregsa-gesa minta disegerakan terkabulnya do'a, karena Rasulullah Shollallahu 'alayhi wa sallam telah bersabda :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;"Tidak ada seorang hamba yang menengadahkan kedua tangannya hingga terlihat ketiaknya, ia meminta kepada Allah sebuah permintaan kecuali Allah akan mengabulkan permintaannya selama ia tidak tergesa-gesa", para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, bagaimana bentuk tergesa-gesaan ini?" Beliau menjawab: "ia berkata : Aku telah meminta ini dan meminta itu, tetapi aku tetap tidak diberi sesuatu". (Hadits Riwayat Tirmidzi, shahih, 2853).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Janganlah Engkau berdo'a untuk perbuatan dosa atau memutuskan tali persaudaraan. Apabila kamu belum melihat tanda-tanda bagi terkabulnya do'amu, janganlah merasa sedih. Barangkali Allah menyimpannya (menangguhkannya) untuk diberikan kelak di hari kiamat, atau untuk menghapus dosa-dosa, atau juga Allah memalingkan darimu beberapa bahaya yang akan menimpamu dengannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekatkanlah dirimu kepada ALlah dengan menjalankan ibadah-ibadah fardhlu (wajib), ibadah-ibadah sunnah (nafilah) dan dengan beberapa bentuk pendekatan diri kepada Allah yang lain, insya Alah engkau akan memperoleh pahala yang agung dan engkau akan menaiki derajat yang paling tinggi, juga engkau termasuk dari wali-wali Allah yang tidak pernah merasa takut dan khawatir, Allah selalu mengabulkan do'a-do'a mereka, menghapus kegundahan hati mereka, dan memenuhi hati mereka dengan ketenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shollallahu 'alayhi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah Ta'Ala berfirman : "Siapa yang memerangi wali-Ku sungguh aku umumkan perang terhadapnya, dan tidaklah ada seorang hamba yang mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku fadhlukan kepadanya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, menjadi penglihatannya yang digunakannya untuk melihat, menjadi tangannya yang digunakan untuk memegang, menjadi kakinya yang digunakannya ntuk berjalan, jika ia memohon sesuatu kepada-Ku niscaya akan Aku beri, dan jika ia berlindung diri kepada-Ku niscaya akan Aku lindungi". (Bukhari, 6502).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau menemui seorang muslim yang selalu komit terhadap Dinnya, tunduk dan selalu memenuhi perintah Rabbnya, bangga dengan akidahnya, maka segera tanamkan kecintaan dalam dirimu kepadanya dan jadikanlah ia sebagai teman dekatmu. Karena sesungguhnya cinta karena Allah memiliki kedudukan yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shollallahu 'alayhi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;"Allah 'Azza wa Jalla berfirman: "Orang-orang yang saling mecintai karena keagungan-Ku bagi mereka mimbar-mimbar keagungan dari cahaya yang akan diiringi oleh para Nabi dan syuhada'"&lt;br /&gt;(Hadits Shahih, Sunan Tirmidzi, 1948).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ambil dari : pustaka Arafah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-292269550283490442?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/292269550283490442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=292269550283490442&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/292269550283490442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/292269550283490442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/12/nasehat-mengenai-doa.html' title='Nasehat Mengenai Do&apos;a'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-1874697057837633533</id><published>2006-12-06T22:19:00.001+03:00</published><updated>2008-04-23T16:39:52.583+03:00</updated><title type='text'>Poligami Menurut Pandangan Islam</title><content type='html'>&lt;embed src="http://www.blingyblob.com/glittermatic/holder.swf?message=Poligami%20Islam&amp;font=fonts/font1.swf&amp;glitter=glitters/glitter65.swf&amp;swfHeight=81&amp;bevel=1&amp;shadow=1&amp;glow=1&amp;blur=0&amp;fade=0&amp;blink=0&amp;fontsize=53&amp;num=65" quality="high" wmode="transparent" bgcolor="ffffff" width="500" height="81" name="glitters" align="middle" allowScriptAccess="samedomain" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" &gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Poligami&lt;/span&gt; merupakan salah satu isu yang disorot tajam kalangan feminis, tak terkecuali feminis Islam. Poligami adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;syariat Islam&lt;/span&gt; yang merupakan sunnah Rasulallah SAW, tentunya dengan syarat sang suami memiliki kemampuan untuk adil diantara para istri, sebagaimana pada ayat yang artinya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”(QS An-Nisa, ayat ke-3)&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Berlaku adil dalam bermuamalah dengan istri-istrinya, yaitu dengan memberikan kepada masing-masing istri hak-haknya dalam hal ini adil adalah menyamakan hak yang ada pada para istri dalam perkara-perkara yang memungkinkan untuk disamakan di dalamnya. Jika tidak mampu berlaku adil, maka sebagaimana ayat lainnya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;"Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung.." (An-Nisa': 129)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;"Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja..." (An-Nisa': 3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Beberapa alasan seorang suami mempertimbangkan langkah Poligami ;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;- Ada manusia yang kuat keinginannya untuk mempunyai keturunan, akan tetapi ia dikaruniai rezki isteri yang tidak beranak (mandul) karena sakit atau sebab lainnya. Apakah tidak lebih mulia bagi seorang isteri dan lebih utama bagi suami untuk menikah lagi dengan orang yang disenangi untuk memperoleh keinginan tersebut dengan tetap memelihara isteri yang pertama dan memenuhi hak-haknya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ada juga di antara kaum lelaki yang kuat keinginannya dan kuat syahwatnya, akan tetapi ia dikaruniai isteri yang dingin keinginannya terhadap laki-laki karena sakit atau masa haidnya terlalu lama dan sebab-sebab lainnya. Sementara lelaki itu tidak tahan dalam waktu lama tanpa wanita. Apakah tidak sebaiknya diperbolehkan untuk menikah dengan wanita yang halal daripada harus berkencan dengan sahabatnya atau daripada harus mencerai yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Selain itu jumlah wanita terbukti lebih banyak daripada jumlah pria, terutama setelah terjadi peperangan yang memakan banyak korban dari kaum laki-laki dan para pemuda. Maka di sinilah letak kemaslahatan sosial dan kemaslahatan bagi kaum wanita itu sendiri. Yaitu untuk menjadi bersaudara dalam naungan sebuah rumah tangga, daripada usianya habis tanpa merasakan hidup berumah tangga, merasakan ketentraman, cinta kasih dan pemeliharaan, serta nikmatnya menjadi seorang ibu. Karena panggilan fitrah di tengah-tengah kehidupan berumah tangga selalu mengajak ke arah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa renungan yang  didihadapkan kepada para wanita  untuk turut juga memikirkan kaum sesamanya  yang realistisnya jumlah wanita lebih banyak dari pria apabila tidak adanya ayat Al-quran dan sunnah Rasulallah yang menggambarkan diperbolehkannya poligami ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menghabiskan usianya dalam kepahitan karena tidak pernah merasakan kehidupan berkeluarga dan menjadi ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menjadi bebas (melacur, untuk menjadi umpan dan permainan kaum laki-laki yang rusak. Muncullah pergaulan bebas yang mengakibatkan banyaknya anak-anak haram, anak-anak temuan yang kehilangan hak-hak secara materi dan moral, sehingga menjadi beban sosial bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dinikahi secara baik-baik oleh lelaki yang mampu untuk memberikan nafkah dan mampu memelihara dirinya, sebagai istri kedua, ketiga atau keempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diragukan bahwa cara yang ketiga inilah yang adil dan paling baik serta merupakan obat yang mujarab. Inilah hukum Islam. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan hukum siapakah yang lehih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin." (Al Maidah: 5O)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sistem poligami yang diatur dalam Islam adalah sistem yang bermoral dan manusiawi. Manusiawi, karena Islam tidak memperbolehkan bagi laki-laki untuk berhubungan dengan wanita yang ia sukai di luar pernikahan. Dan sesungguhnya tidak boleh baginya untuk berhubungan dengan lebih dari tiga wanita selain isterinya. Tidak boleh baginya berhubungan dengan satu dari tiga tersebut secara rahasia, tetapi harus melalui aqad dan mengumumkannya, meskipun dalam jumlah yang terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan harus diketahui juga oleh para wali perempuan tentang hubungan yang syar'i ini, dan mereka menyetujui atau mereka tidak menentangnya. Harus juga dicatat menurut catatan resmi di kantor yang tersedia untuk aqad nikah, kemudian disunnahkan mengadakan walimah bagi laki-laki dengan mengundang kawan-kawannya serta dibunyikan rebana atau musik sebagai ungkapan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatan : Tidak disyaratkan bagi seorang laki laki untuk meminta ijin kepada istrinya bila akan menikah lagi. Hanya saja untuk menghindari permasalahan di kemudian hari, seorang suami baiknya memberitahukan (bukan meminta ijin) agar ada kesiapan mental bagi si istri pertama. Termasuk mempersiapkan mental istri adalah seorang suami mendidik istrinya dengan pendidikan agama yang baik. Dan ini memerlukan waktu yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poligami merupakan sistem yang manusiawi, karena ia dapat meringankan beban masyarakat yaitu dengan melindungi wanita yang tidak bersuami dan menempatkannya ke shaf para isteri yang terpelihara dan terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami yang hendak melakukan poligami hendaknya melihat kemampuan pada dirinya sendiri, jangan sampai pahala yang dinginkan ketika melakukan poligami malah berbalik dengan dosa dan kerugian. Dalam sebuah hadits disebutkan (yang artinya) “Barangsiapa yang mempunyai dua istri, lalu ia lebih condong kepada salah satunya dibandingkan dengan yang lain, maka pada hari Kiamat akan datang dalam keadaan salah satu pundaknya lumpuh miring sebelah.” (HR. Lima)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga apa yang teringkas ini dapat menjadi pemahaman kita semua mengenai Poligami, sekali lagi bahwa Poligami bukanlah hal yang mudah karena akan dihadapkan pada pertanggungan jawab yang besar di hari akhirat kelak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-1874697057837633533?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/1874697057837633533/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=1874697057837633533&amp;isPopup=true' title='46 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/1874697057837633533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/1874697057837633533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/12/poligami-merupakan-salah-satu-isu-yang.html' title='Poligami Menurut Pandangan Islam'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>46</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-8864837249092155140</id><published>2006-11-09T13:58:00.000+03:00</published><updated>2007-05-25T14:08:39.887+03:00</updated><title type='text'>Kisah Dua Jam Mati Suri</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;Mengaku Lihat Alam Barzah, Bisa Hafal 30 Juz Alquran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Beberapa waktu yang lalu masyarakat Bengkalis dihebohkan dengan meninggalnya seorang gadis bernama Azlina (25) saat berobat di Mahkota Medical Center (MMC), Melaka, tepatnya 25/8 pukul 02.00 waktu setempat. Namun setelah dua jam tak bernafas ia akhirnya hidup kembali. Apa saja kisah yang dialami Azlina saat ia mati suri?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Cerita mati surinya warga Desa Pematang Duku, Kecamatan Bengkalis benar-benar menjadi pembicaraan hangat, bahkan berita ini sampai ke Pakning dan kecamatan lainnya. Berbagai versi kematian pegawai honor Disperindag Pemkab Bengkalis inipun muncul. Bahkan masyarakatpun berbondong-bondong mendatangai kediamannya. Tak hanya warga, pejabatpun tak luput ingin tahu cerita pasti. Bahkan turut pula Ny Fauziah Syamsurizal datang ke rumah Azlina yang akrab di panggil Iin itu.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Rabu (13/9) Sri Junjungan Televisi (SJTV) milik Pemkab Bengkalis menayangkan siaran langsung wawancara dengan Iin, ada satu keanhan yang terjadi, sehingga kepercayaan akan kebenaran cerita mati suri timbul dalam diri para staff Riau Pos dan rekan media lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Keanehan yang dimaksud adalah, ketika siaran langsung yang juga disaksikan oleh masyarakat lewat layar monitor yang dipasang SJTV itu usai. Para kru kemudian mematikan semua LCD yang ada. Namun anehnya LCD tersebut tak mau mati, justru muncul di layar monitor sesosok tubuh berpostur besar seperti laki-laki. Kendati gambar yang muncul sedikit samar, namun jelas terlihat sosok itu berambut panjang dan bertanduk. Namun wajahnya tak kelihatan. Para wartawan yang hadir di ruang itu pada ketakutan. Namun sempat mengambil foto sosok itu. Kru SJTV ada yang menggigil dan menangis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Foto itu diperlihatkan kepada Iin, yang waktu itu masih berada di areal SJTV. Ia mengatakan jika sosok itu adalah jin dan ia meminta agar foto yang diambil tersebut untuk dihapus saja. Namun Riau Pos yang turut sempat mengabadikan gambar itu, ketika satu jam berikutnya hendak melihat lagi, ternyata foto itu terhapus sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;Meninggal Dua Jam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Azlina adalah seorang anak yatim dari keluarga kurang mampu. 3 tahun belakangan ia menderit penyakit kelenjar hiperteroid (gondok). Kendati penyakit yang dideritanya sudah akut, Azlina hanya bisa pasrah, karena ketidakadaaan biaya berobat. Namun pada Kamis, 24 Agusutus 2006 lalu, atas kesepakatan sanak keluarga, Azlina dibawa berobat ke Mahkota Medical Centre (MMC) Melaka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Esoknya Jumat (25/8) pagi, dokter MMC memeriksa Azlina. Satu-satunya jalan untuk penyembuhan adalah dengan jalan operasi. Namun dokter mengatakan pula jika operasi baru dilakukan 3 bulan mendatang, mengingat tekanan darahnya cukup tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Usai diperiksa, rupanya kondisi Azlina makin menurun. Sektar pukul 02.00 waktu setempat, alat detak jantung yang ada di layar monitor sudah menunjukkan garis lurus, yang berarti jantungnya sudah tak berdetak lagi. Paman Azlina, Rustam Effendi yang turut mendampinginya sudah pasrah, jika ponakan sudah meninggal. Namun saat ia menanyakan pada dokter apakah Azlina benar-benar sudah meninggal, dokter hanya diam. Namun terus saja melakukan berbagai upaya termasuk memasang alat pacu jantung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Kendati sudah tak bernafas, dokter tetap belum mau memberikan pernyataan Azlina meninggal. Dan selama 2 jam terus-menerus melakukan pacu jantung. Ajaib, tiba-tiba jantung Azlina berdetak, kendati lemah. Dokterpun buru-buru membawanya ke ruang ICCU. Selama 2 hari ia di ruang ICCU dalam keadaan koma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Setelah mendapat perawatan yang intensif, kondisi Azlina berangsur-angsur pulih. Dan karena belum bisa dioperasi, keluarganya pun membawanya pulang ke Bengkalis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;Melihat Alam Barzah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Riau Pos memang tak tahu persis, apakah kondisi seperti itu bisa dikatakan dengan mati suri. Namun ada cerita di balik tak bernafasnya Azlina selama 2 jam dan koma selama dua hari itu. Jika disimak benar-benar cerita yang terkesan memang tidak dikarang-karang oleh Azlina itu, setidaknya menyadarkan kita akan alam lain yang bakal kita jalani kelak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Menurut Azlina, ia sangat merasakan saat nyawanya dicabut dari kaki kanan, sakitnya seperti badan dikuliti. Ketika arwahnya sudah berada di alam lain, ia melihat jasadnya dan pamannya serta dokter di ruang Rumah Sakit. Tak lama setelah itu ia kemudian dibawa oleh dua malaikat. Kepada malaikat, Azlina minta ingin bertemu dengan ayahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Atas permintaan Azlina itu, ia kemudian dipertemukan dengan seorang laki-laki muda berparas ganteng seusia 17 tahun. Kepadanya dikatakan kalau pria itu adalah ayahnya. ‘’Saya tak percaya karena waktu meninggal ayah saya berumur 54 tahun, tapi melaikat mengatakan jika itu adalah ayah saya,’’ cerita Azlina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Pada pertemuan di alam gaib itu, ayahnya menyuruh Azlina untuk kembali lagi ke dunia, karena belum waktunya Azlina berada di alam barzah. Setelah bertemu ayahnya, cerita Azlina lagi, ia dibawa ke suatu tempat yang di situ ditemuinya wanita-wanit berjilbab dan jumpa seribu malaikat. Di tempat itu, ia didudukkan pada sebuah kursi yang sangat empuk yang kata Azlina keempukan kursi itu sebanding dengan 8 busa yang ada di dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Saat duduk di kursi empuk itu, di sebelahnya ada seorang wanita yang wajahnya mirip wajah Azlina. ‘’Waktu saya tanya siapa dia, wanita itu mengatakan jika ia adalah amal jariyah saya. Bersama wanita dan 2 malaikat, saya terus dibawa melihat-melihat, dan kali ini saya dibawa ke suatu tempat penyiksaan. Di tempat itu, ada 10 orang laki-laki yang disiksa. Ada yang memakai pakaian compang-camping , badannya bernanah dan bau busuk, ada yang memikul besi seberat 100 ton dengan terbungkuk-bungkuk. Setelah tanya tanyakan kenapa ia laki-laki, rupanya ia suka membunuh dan dukun santet,’’ cerita Iin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Terus lanjut Azlina, ada pula ustad yang dihantam dengan benda panas dan lahar panas, rupanya ustad itu sudah berzina dengan isteri orang. Ada pula yang ditusuk dengna pisau hingga tembus sebanyak 80 kali. Orang itu suka membunuh tapi tak pernah merasa bersalah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;‘’Bermacam-macam penyiksaan saya saksikan.Saya kemudian dibawa lagi membawa malam yang sangat gelap. Saking gelapnya saya tak kenal dengan malaikat yang membawa saya dan amal jariyah yang menemani saya. Ketika saya melangkah dua langkah saya dengar orang berzikir. Dan tiba-tiba saja dileher saya sudah tergantung sebentuk rantai yang setelah saya pegang ternyata tasbih sebanyak 99 butir. Ketika saya tanyakan kepada amal jariyah saya, dikatakan jika Allah menyuruh saya berzikir selama dalam perjalanan dengan tasbih itu,’’ tambahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Di tempat gelap itu, kata Azlina ia melangkah lagi, pada langkah ke 7 ia melihat sebuah benda berbentuk tepak sirih yang dari celahnya memantulkan cahaya dan dibelakang benda itu ada tulisan Arab Qusnul Qotimah. Oleh Azlina cahaya itu kemudian diambilnya dan menyapukan ke wajahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;‘’Setelah 10 hari perjalanan, saya dengar suara azan yang suaranya sangat beda dengan azan yang biasa saya dengar, lembut sekali. Saya kemudian dibawa ke Masjid Nabawi dan melihat makam Nabi Muhammad. Di makam Nabi itu ada pintu kecil dan saya melihat seseorang memberi makan anak-anak fakir miskin. Tiba-tiba cahaya yang sebelumnya diambil dari benda berbentuk tepak sirih dan disapu ke muka saya, memantul dari tangan saya untuk kemudian menjadi cahaya yang besar,”sebutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Dari cahaya itu lanjutnya, kemudian muncul sesosok manusia berwajah ganteng kulit kuning langsat, ”Matanya sayu pandangannya luas terbentang. Raut mukanya seperti orang Asia, tapi wajahnya tak kelihatan dengan jelas. Setelah saya Tanya sama amal jariyah saya, dijawab jika Qusnul Qotimah menerangi makam Nabi. Saya dikatakan mendapat hidayah dan safaat dari Allah,’’ urai Azlina lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Dari tempat itu, sambung Azlina lagi, ia dibawa lagi ke suatu tempat, dimana ia melihat jutaan manusia menangis disiksa dan minta kiamat dipercepat. Meskipun antara ia berdiri dengan orang-orang yang disiksa itu hanya berjarak 5 meter, namun ia tak dapat menolong. Selama dalam perjalanan itu pula ia dapat menghafal Alquran sebanyak 30 juz dan Katam sebanyak 3 kali, membaca Yassin 1.000 kali dan membaca Shalawat untuk 1.000 nabi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;‘’Rasanya perjalanan yang saya lalui dari sepanjang Arab Saudi atau seperti dari Sabang ke Merauke,’’ ujar Azlina yang mengaku ketika ia belum sakit juga pernah melihat cahaya saat melakukan salat tahajud dan cahaya itu juga disapukannya ke mukanya seperti yang dilakukan ketika ia dibawa berjalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;Banyak Perbedaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Banyak perbedaan yang terjadi pada diri Azlina alias Iin setelah dan sebelum ia mati suri. Perbedaan tingkah laku itu sangat dirasakan, terutama bagi keluarga terdekat yang tahu persis akan keseharian Iin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Seperti dikatakan pamannya Rustam Effensi SAg, sebelum ini sosok Iin adalah pribadi yang pendiam dan suka grogi jika berjumpa banyak orang. Soal ibadah, ia juga biasa-biasa saja. Hanya saja ia rajin salat tahajud dan membaca Alquran. Tapi bukan hafal Alquran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Tapi setelah kejadian ini, seperti juga yang Riau Pos saksikan sendiri, ia bercerita penuh percaya diri. Ceritanya juga tak terkesan dibuat-buat. Bahkan selama beberapa jam siaran langsung di SJTV bicaranya sangat lancar berdakwah. Padahal sebelumnya, ia tak terlalu paham apa-apa yang diuraikannya kemarin itu. Ia berdakwah seperti lazimnya ustadzah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;‘’Selama ini ia bukanlah hafal Alquran. Tapi sekarang ia hafal Alquran. Percaya dirinya juga sangat tinggi, dan tidak malu-malu seperti sebelumnya. Kulitnya juga berbeda dari sebelumnya,’’ ungkap Rustam sembari mengatakan jika sebelumnya kulit Azlina sedikit gelap. Namun yang dilihat sekarang, putih bersih bercahaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:times new roman;" &gt;Terlepas percaya atau tidak akan kejadian seperti yang diceritakan Azlina dan keluarganya itu, namun jika kita berhadapan langsung dengan Azlina, dan mendengar ceritnya, kita pun jadi merinding.(ade)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Evisuryati (Bengkalis), &lt;a target="new" href="http://eramuslim.net/?buka=show&amp;amp;id=62"&gt;Era Muslim&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-8864837249092155140?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/8864837249092155140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=8864837249092155140&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/8864837249092155140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/8864837249092155140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/11/kisah-dua-jam-mati-suri.html' title='Kisah Dua Jam Mati Suri'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-796843296009938040</id><published>2006-10-25T23:15:00.000+03:00</published><updated>2007-05-25T14:10:08.398+03:00</updated><title type='text'>Zakat Profesi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kita mengenal zakat sebagai salah satu dari lima rukun Islam yang di dalam Al Qur'an sering kali dikaitkan dengan shalat. Zakat berasal dari bentukan kata zaka yang berarti 'suci', 'baik', 'berkah', 'tumbuh', dan 'berkembang'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Pada dasarnya ada dua macam zakat, yaitu Zakat Maal atau zakat atas harta kekayaan; dan Zakat fitrah yaitu zakat untuk membersihkan diri yang dibayarkan pada bulan Ramadhan menjelang Idul Fitri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 103:  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ambillah olehmu zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo'alah untuk mereka. Sesungguhnya do'a kamu itu menjadi ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Al-Quran Surat Adz-Dzaariyaat (51): 19):  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak dapat bahagian".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Al-Quran Surat Al Baqarah: 267 : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Wahai orang-orang yang beriman, infaqkanlah (zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu". &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Hadist Nabi SAW : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Bila zakat bercampur dengan harta lainnya maka ia akan merusak harta itu".(HR. AL Bazar dan Baehaqi)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Para Ulama dan Guru-guru besar seperti Abdur Rahman Hasan,  Muhammad  Abu Zahrahdan Abdul Wahab Khalaf telah mengemukakan persoalan dalam ceramahnya tentang zakat di Damaskus pada tahun 1952 yang menghasilkan suatu kesimpulan dimana Penghasilan dan profesi dapat diambil zakatnya bila sudah cukup  senisab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi (hasil profesi) bila telah mencapai nisab. Profesi dimaksud mencakup profesi pegawai negeri atau swasta, konsultan, dokter, notaris, akuntan, artis, wiraswasta, dll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Zakat profesi sejalan dengan tujuan disyariatkannya zakat, seperti untuk membersihkan dan mengembangkan harta serta menolong para mustahiq. Zakat profesi juga mencerminkan rasa keadilan yang merupakan ciri utama ajaran Islam, yaitu kewajiban zakat pada semua penghasilan dan pendapatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Perhitungan Zakat Pendapatan/Profesi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Nisab zakat pendapatan / profesi setara dengan nisab zakat tanaman dan buah-buahan sebesar 5 wasaq atau 652,8 kg gabah setara dengan 520 kg beras, kadar zakatnya sebesar 2,5 %. Waktu untuk mengeluarkan zakat profesi pada setiap kali menerima diqiyaskan dengan waktu pengeluaran zakat tanaman yaitu setiap kali panen. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya ( dengan dikeluar kan zakat nya )&lt;/span&gt;. ( QS : Al-An'am : 141 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Contoh perhitungan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Iwan Darsawan adalah seorang karyawan swasta yang berdomisili di kota Bekasi, memiliki seorang istri dan 2 orang anak. Penghasilan bersih perbulan Rp. 1.500.000,-.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Bila kebutuhan pokok keluarga tersebut kurang lebih Rp. 625.000 per bulan maka kelebihan dari penghasilannya = (1.500.000 - 625.000) = Rp. 975.000 perbulan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Apabila saldo rata-rata perbulan 975.000 maka jumlah kekayaan yang dapat dikumpulkan dalam kurun waktu satu tahun adalah Rp. 11.700.000 (lebih dari nishab).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dengan demikian Akbar berkewajiban membayar zakat sebesar 2.5% dari saldo.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dalam hal ini zakat dapat dibayarkan setiap bulan sebesar 2.5% dari saldo bulanan atau 2.5 % dari saldo tahunan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a target="new" href="http://www.pkpu.or.id/panduan.php?id=3"&gt;PKPU&lt;/a&gt;, &lt;a target="new" href="http://www.portalinfaq.org/g02x01_article_view.php?article_key=panduanzakat05"&gt;Portal Infaq&lt;/a&gt;, &lt;a target="new" href="http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Zakat/Profesi/01.html#Pandangan"&gt;Media.Isnet&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-796843296009938040?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/796843296009938040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=796843296009938040&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/796843296009938040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/796843296009938040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/10/zakat-profesi.html' title='&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;Zakat Profesi&lt;/span&gt;'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-1148500228288189879</id><published>2006-10-24T17:56:00.000+03:00</published><updated>2007-05-25T14:12:09.630+03:00</updated><title type='text'>Hikmah Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;ALLAHU Akbar, dengan takbir dan tahmid, umat Islam melepaskan bulan Ramadan dan dengan takbir dan tahmid pula ia sambut 1 Syawal 1427 H. Mudah-mudahan pelepasan bulan Ramadan dan penyambutan bulan Syawal terpenuhi makna dan arti kedua peristiwa yang terjadi dalam suasana bergembira.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Selama bulan Ramadhan, jiwa, ruh, dan hati umat benar-benar telah terasah dengan amal-amal kebajikan, sehingga hati mereka yang merupakan wadah ketakwaan semakin terbuka lebar dan luas guna lebih mengembangkan dan meningkatkan kualitas takwa yang sudah diperoleh selama beribadah di bulan Ramadan, "Mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa" (QS [al-Hujurat] 49 : 3).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Idul Fithri bagi kaum wanita dan anak-anak ?&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sebagaimana halnya kamu pria, kaum wanita dan anak-anak pun disunnatkan menghadiri shalat 'Idul Fithri. Begitu pula halnya orang-orang tua, gadis-gadis perawan, wanita-wa nita haidh dan nifas. Seperti dilaporkan oleh Ummu Athiyah (HR. Bukhori - Muslim). Adalah Rasulullah SAW keluar bersama istri-istri dan putri-putrinya untuk melaksanakan shalat 'Idul Fithri dan mendengarkan khuthbah (HR. Ibnu Majah &amp; Baihaqi dan Ibnu Abbas). Adapun untuk wanita haidh dan nifas, cukup mendengarkan khuthbah, tidak ikut shalat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Idul fitri adalah hari kemenangan besar yang mengembalikan manusia pada fitrahnya (kesucianya) dimana jiwa kembali bersih karena dibasuh dengan ibadah, fitrah dan saling memaafkan. serta rezeki yang kita miliki telah dicuci pula dengan zakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kembali kepada kesucian artinya dengan merayakan Idul Fitri ini kita mendeklarasikan kesucian kita dari berbagai dosa sebagai buah dari ibadah sepanjang bulan Ramadan. Pada Idul Fitri inilah, manusia yang taat pada takdir Allah meyakini tibanya kembali fitrah diri yang kerap diimajinasikan dengan ungkapan kala itu ba' terlahir kembali. Dan, bila kita bersedia menerima fitrah yang ada di hari besar ini serta menerjemahkan dengan pikiran dan bahasa sederhana, Idul Fitri merupakan momentum bagi manusia untuk langkah awal menuju kehidupan lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Memang Idul Fitri bukanlah suatu yang akhir. Masih akan ada perjuangan yang harus dilalui sesudahnya. Seperti yang pernah diisyaratkan Rasulullah seusai perang Badr di akhir Ramadhan. Bahwa, dari perang kecil (Badr) masih ada perang yang lebih besar untuk menegakkan agama yang benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Beragama yang benar adalah nasihat menasihati, Sabda Rasul: Addinun Nashihhat, Arti nasehat bukan sekadar membimbing dengan kata-kata, tetapi menunjukkan serta mendukung segala kebajikan dengan amal perbuatan, sehingga pemberi nasihat mengantar orang yang dinasihati kepada suasana keterbukaan, tenggang rasa, serta insyaf bahwa kebutuhan manusia tidak dapat dipenuhi kecuali dengan bantuan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Yang lebih penting, semoga saja tak cuma simbol yang melekat pada diri kita selepas puasa sebulan penuh ini. Segala aspek kehidupan yang lurus yang kita jalani selama Ramadhan ini hendaknya menjadi titik tolak untuk melangkah ke depan. Hal ini kita mulai dari diri kita sendiri, barulah kemudian ke jenjang yang lebih besar yakni saudara, keluarga, tetangga, hingga masyarakat luas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Adapun mengenai perayaan Idul Fitri yang berbeda waktunya janganlah dijadikan perdebatan dan masalah besar.Sebaliknya, terimalah perbedaan itu sebagai rahmat dan tetap menjalin tali silaturahmi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;sumber&lt;/span&gt; : &lt;a target="new" href="http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=1333"&gt;harian pagi makasar&lt;/a&gt;, &lt;a target="new" href="http://www.indomedia.com/bpost/9901/18/opini/tajuk.htm"&gt;indomedia&lt;/a&gt;,&lt;a target="new" href="http://jkt.detik.com/kolom/aagym/ragam/200511/20051101-213428.shtml"&gt; Aa Gym&lt;/a&gt;,&lt;a target="new" href="http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=269395&amp;amp;kat_id=17"&gt; tajuk online&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-1148500228288189879?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/1148500228288189879/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=1148500228288189879&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/1148500228288189879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/1148500228288189879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/10/hikamh-idul-fitri.html' title='&lt;span style=&quot;font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;Hikmah Idul Fitri&lt;/span&gt;'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-1210157029714877747</id><published>2006-10-17T16:01:00.000+03:00</published><updated>2006-10-17T16:17:26.652+03:00</updated><title type='text'>Idul Fitri 1427H</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:arial;" &gt;Kepada seluruh keluarga besarku Bapak Drs. M.H. Yusuf Pagar Alam, Bapak Hasan Ahmad beserta keluarga, istri tercintaku dan Putriku tersayang...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:arial;" &gt;Dan, semua teman-teman Muslim beserta para pengunjung yang kecantol....hehehehe, Terima kasih...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-family:arial;" &gt;saya ucapkan mohon maaf lahir dan batin :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.itypeit.net/"&gt;&lt;img src="http://img201.imageshack.us/img201/5015/933zu8.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-1210157029714877747?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/1210157029714877747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=1210157029714877747&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/1210157029714877747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/1210157029714877747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/10/idul-fitri-1427h.html' title='Idul Fitri 1427H'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-1696394360548179818</id><published>2006-10-05T00:21:00.000+03:00</published><updated>2006-10-05T00:45:58.229+03:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketabahan Dalam Menghadapi Musibah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Musibah bagaikan goresan warna-warni tinta yang melukisi kehidupan kita, Silih berganti datang, tak terpisah dari kehidupan kita. Begitulah adanya musibah, dan begitulah sunnatullah yang berlaku, sebagaimana yang dinyatakan dalam firman-Nya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;''&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sungguh, Kami pasti akan mengujimu dengan sebagian dari rasa takut, lapar, serta kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan..''(Al-Baqarah:155).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Namun, bukanlah sikap yang bijak jika kita menyikapi setiap musibah yang datang dengan cara-cara jahiliyah, menangis meraung-raung, memaki diri dan orang lain, atau bahkan sumpah serapah yang tak sopan dan tak perlu. Sebab, semua itu tidak akan mengurangi kadar musibah, dan justru menambah berat beban perasaan kita sendiri. Apalagi jika disertai 'tuduhan' dan persangkaan buruk terhadap kehendak Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Musibah kerap membuat seseorang frustasi, seakan dunia sudah berakhir, dan tak jarang berakhir dengan usaha bunuh diri, wal iyadzu billah. Stres dan depresi yang melanda, jika tak diiringi benteng iman yang kokoh, memang bisa melahirkan atraksi bunuh diri. Beberapa artis barat, yang notabene berlimpah materi, berakhir mengenaskan seperti ini. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sebagai seorang muslimah, yang merupakan taman tarbiyah bagi generasi penerus, sikap seperti itu tentunya perlu dibuang jauh-jauh dari kamus kehidupan. Maka, sabar menjadi perisai yang ampuh ketika menghadapi musibah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Allah subhanahu wa ta'ala berfirman&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;''...Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un' (Sesungguhnya kita milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kita kembali). Mereka itulah yang rnmendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk''&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; (Al-Baqarah: 155-157)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah, seorang ulama yang karya-karyanya banyak berbicara masalah hati, membahas lebih jauh terapi penghilang duka lara dalam buku beliau. Buku rnyang oleh penerbit dan penerjemahnya diberi judul '&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Meredam Duka Saat Menghadapi Musibah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;' ini banyak memberikan kiat dan terapi agar kita terhibur dan tidak larut dalam kesedihan yang panjang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Hal pertama yang patut kita sadari, sebagai terapi yang paling mujarab, adalah bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;kita adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;, sebagaimana yang ditunjukkan dalam ayat di atas. Keyakinan tersebut mempunyai dua prinsip agung, yang jika seorang hamba benar-benar memahami kedua prinsip tersebut, maka ia akan terhibur dari musibah yang menimpanya. Ibnul Qoyyim menjabarkan  dua prinsip tersebut sebagai berikut,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;, bahwa seorang hamba beserta keluarga dan hartanya benar-benar merupakan milik Allah subhanahu wa ta'ala. Milik Allah itu telah diserahkan kepada hamba sebagai pinjaman, maka jika Allah mengambil kembali pinjaman itu darinya, kedudukannya seperti pemberi pinjaman yang mengambil barang yang dipinjam. Keluarga dan hartanya itu selalu berada di antara dua ketiadaan, yaitu ketiadaan sebelumnya dan ketiadaan sesudahnya. Kepemilikan hamba terhadapnya hanyalah kesenangan yang dipinjamkan dalam jangka waktu sementara. Hamba bukanlah yang mengadakannya dari ketiadaan, sehingga tidak bisa menjadi pemiliknya secara hakiki. Hamba juga tidak bisa menjaganya dari berbagai bencana setelah ia ada. Juga tidak bisa mengekalkan keberadaannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Jadi, seorang hamba sama sekali tidak memiliki pengaruh terhadapnya, tidak memiliki secara hakiki. Bahkan, ia hanya dapat menggunakannya dalam batas wewenang seperti seorang budak yang diperintah dan dilarang, bukan sesuka hatinya seperti wewenang seorang pemilik. Karena itu, seorang hamba tidak boleh melakukan tindakan terhadapnya kecuali sesuai dengan perintah Pemilik yang hakiki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;, tempat kembali seorang hamba adalah Allah, tuannya yang sejati. Ia pasti meninggalkan dunia di belakangnya dan menghadap kepada Rabbnya seorang diri, sebagaimana ketika pertama kali ia diciptakan-Nya, tanpa ditemani oleh keluarga, harta, atau kerabat, melainkan hanya ditemani oleh amal kebajikan dan amal kejahatan. Bila demikian asal muasal seorang hamba, apa yang ditinggalkannya dan akhir hidupnya, bagaimana ia bisa bergembira dengan sesuatu yang ada atau berduka atas sesuatu yang tiada? Jadi, berpikir tentang asal muasal dan akhir kehidupan, merupakan terapi paling mujarab terhadap penyakit ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Pemahaman lain yang perlu kita yakini adalah bahwa apa pun yang ditakdirkan menimpa kita, tidak mungkin untuk dihindari, sebaliknya apa pun yang tidak ditakdirkan terluput dari kita, tidak mungkin menimpa kita. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Allah subhanahu wa ta'ala berfirman&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;''&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudz) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;'' (Al-Hadid: 22-23).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Beliau, Ibnul Qoyyim, juga memberikan terapi dan kiat lainnya untuk meringankan dan menghilangkan duka akibat musibah yang menimpa. Beliau juga mengetengahkan teladan Rasulullah dalam menghadapi kesulitan, kecemasan, dan kesedihan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kapasitas penulisnya, membuat ukhti tidak perlu ragu lagi untuk memiliki atau paling tidak membaca buku yang diterbitkan oleh Penerbit Al-Qawam setebal 92 halaman ini. Buku ini cukup tipis, dan dapat dibawa ketika ukhti bepergian, tentu saja untuk dibaca, direnungkan, dan terutama diamalkan isinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-style: italic;"&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-1696394360548179818?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/1696394360548179818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=1696394360548179818&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/1696394360548179818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/1696394360548179818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/10/ketabahan-dalam-menghadapi-musibah.html' title=''/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-115930956821194871</id><published>2006-09-27T00:35:00.000+03:00</published><updated>2006-09-27T01:26:09.376+03:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Keagungan Sedekah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dimanakah letak keagungan hamba-hamba Allah yang bersedekah? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut : Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptkana gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;. Kemudian mereka bertanya? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Allah menjawab&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"Ada, yaitu besi"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;(Kita &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;mafhum&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Para malaikat pun kembali bertanya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt; "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?" &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Allah yang Mahasuci menjawab&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"Ada, yaitu api"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;(Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Bertanya kembali para malaikat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Allah yang Mahaagung menjawab&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"Ada, yaitu air"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;(Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kembali bertanya para malaikta. Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"Ada, yaitu angin"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;(Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya."&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Artinya&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain. Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan. Karenanya, tidak usah heran, seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas adalah orang-orang yang mempunyai kekuatan dahsyat. Sungguh ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Apalagi kedahsyatan seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Pada suatu hari datang kepada seorang ulama dua orang akhwat yang mengaku baru kembali dari kampung halamannya di kawasan Jawa Tengah. Keduanya kemudian bercerita mengenai sebuah kejadian luar biasa yang dialaminya ketika pulang kampung dengan naik bis antar kota beberapa hari sebelumnya. Di tengah perjalanan bis yang ditumpanginya terkena musibah, bertabrakan dengan dahsyatnya. Seluruh penumpang mengalami luka berat. Bahkan para penumpang yang duduk di kursi-kursi di dekatnya meninggal seketika dengan bersimbah darah. Dari seluruh penumpang tersebut hanya dua orang yang selamat, bahkan tidak terluka sedikit pun. Mereka itu, ya kedua akhwat itulah. Keduanya mengisahkan kejadian tersebut dengan menangis tersedu-sedu penuh syukur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Mengapa mereka ditakdirkan Allah selamat tidak kurang suatu apa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Menurut pengakuan keduanya, ada dua amalan yang dikerjakan keduanya ketika itu, yakni ketika hendak berangkat mereka sempat bersedekah terlebih dahulu dan selama dalam perjalanan selalu melafazkan zikir. Sahabat, tidaklah kita ragukan lagi, bahwa inilah sebagian dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;fadhilah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; (keutamaan) bersedekah. Allah pasti menurunkan balasannya disaat-saat sangat dibutuhkan dengan jalan yang tidak pernah disangka-sangka. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Allah Azza wa Jalla&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; adalah Zat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya. Bahkan kepada kita yang pada hampir setiap desah nafas selalu membangkang terhadap perintah-Nya pada hampir setiap gerak-gerik kita tercermin amalan yang dilarang-Nya, toh Dia tetap saja mengucurkan rahmat-Nya yang tiada terkira.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Segala amalan yang kita perbuat, amal baik ataupun amal buruk, semuanya akan terpulang kepada kita. Demikian juga jika kita berbicara soal harta yang kini ada dalam genggaman kita dan kerapkali membuat kita lalai dan alpa. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Demi Allah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;, semua ini datangnya dari Allah yang Maha Pemberi Rizki dan Mahakaya. Dititipkan-Nya kepada kita tiada lain supaya kita bisa beramal dan bersedekah dengan sepenuh ke-ikhlas-an semata-mata karena Allah. Kemudian pastilah kita akan mendapatkan balasan pahala dari pada-Nya, baik ketika di dunia ini maupun saat menghadap-Nya kelak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Dari pengalaman kongkrit kedua akhwat ataupun kutipan hadits seperti diuraikan di atas, dengan penuh kayakinan kita dapat menangkap bukti yang dijanjikan Allah SWT dan Rasul-Nya, bahwa sekecil apapun harta yang disedekahkan dengan ikhlas, niscaya akan tampak betapa dahsyat balasan dari-Nya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Inilah barangkali kenapa Rasulullah menyerukan kepada para sahabatnya yang tengah bersiap pergi menuju medan perang Tabuk, agar mengeluarkan infaq dan sedekah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;. Apalagi pada saat itu Allah menurunkan ayat tentang sedekah kepada Rasulullah SAW, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir; seratus biji Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui,"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; demikian firman-Nya (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;QS. Al-Baqarah [2] : 261&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Seruan Rasulullah itu disambut seketika oleh &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Abdurrahman bin Auf&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; dengan menyerahkan empat ribu dirham seraya berkata, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"Ya, Rasulullah. Harta milikku hanya delapan ribu dirham. Empat ribu dirham aku tahan untuk diri dan keluargaku, sedangkan empat ribu dirham lagi aku serahkan di jalan Allah." "Allah memberkahi apa yang engkau tahan dan apa yang engkau berikan,"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;jawab Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kemudian datang sahabat lainnya, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Usman bin Affan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"Ya, Rasulullah. Saya akan melengkapi peralatan dan pakaian bagi mereka yang belum mempunyainya,"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; ujarnya. Adapun &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Ali bin Abi Thalib&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; ketika itu hanya memiliki empat dirham. Ia pun segera menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Mengapa para sahabat begitu antusias dan spontan menyambut seruan Rasulullah tersebut?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Ini tiada lain karena yakin akan balasan yang berlipat ganda sebagaimana telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Medan perang adalah medan pertaruhan antara hidup dan mati. Kendati begitu para sahabat tidak ada yang mendambakan mati syahid di medan perang, karena mereka yakin apapun yang terjadi pasti akan sangat menguntungkan mereka. Sekiranya gugur di tangan musuh, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;surga Jannatu na’im&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; telah siap menanti para hamba Allah yang selalu siap berjihad fii sabilillaah. Sedangkan andaikata selamat dapat kembali kepada keluarga pun, pastilah dengan membawa kemenangan bagi Islam, agama yang haq!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Lalu, apa kaitannya dengan memenuhi seruan untuk bersedekah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala dan pelipat ganda rizki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Masya Allah!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Allah sendiri membuat perbandingan, sebagaimana tersurat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, seperti yang dikemukakan di awal tulisan ini. (endin)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-115930956821194871?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/115930956821194871/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=115930956821194871&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115930956821194871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115930956821194871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/09/keagungan-sedekah-dimanakah-letak.html' title=''/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-115764200803886451</id><published>2006-09-07T18:07:00.000+03:00</published><updated>2006-09-07T18:51:20.406+03:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#000000;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Do'a dan Zikir di Bulan Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Allah berfirman, yang artinya :&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo'a apabila ia berdo'a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) –Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran&lt;/em&gt;". (QS&gt; Al Baqarah 186)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi bulan yang penuh barakah Allah Ta'ala, hendaklah kita memanfaatkannya untuk memperbanyak amalan-amalan ibadah, yang mana jika seseorang yang tidak mengisi waktu-waktunya terutama disaat Ramadhan niscaya dia akan menyesal, Sedangkan penyesalan itu tidak akan berguna. Di antara bentuk ibadah yang besar adalah zikir dan berdo'a, disini saya ambil zikir dan do'a bulan Ramadhan karya Syeikh Bakr bin Abu Zaid hafizhahullah seorang ulama anggota Darul Ifta' Saudi. Semoga bermanfaat untuk kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Do'a apabila datang bulan Ramadhan, dengan mengucapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الْلَّهُمَّ سَلَّمْنِي رَمَضَانَ وَسلَّمْ رَمَضَانَ لِي وَتَسَلَّمْهُ مِنَّي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah hantarkanlah diriku kepada bulan Ramadhan dan hantarkanlah bulan Ramadhan kepada diriku dan terimalah (amalan-amalan) Ramadhan dariku.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kabar gembira dengan masuknya bulan Ramadhan, sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Hurairah RA.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَانَ رَسُوْاللَّه يُبَشَّرُ أَصْحَابَهُ بِقُدُوْمِ رمَضاَنَ يَقُوْلَ:&lt;br /&gt;قَدْ جَاعَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهرٌمُبَارَكٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW biasa memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya dengan datangnya bulan Ramadhan, Beliau bersabda: "Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah…" (HR. Ahmad dan An-Nasa'i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Do'a dari orang berpuasa secara mutlak di bulan Ramadhan, karena kemuliaan waktu dan keadaan orang-orang yang berpuasa, lebih lagi dengan memperbanyak zikir. Yang paling utama adalah membaca Al-qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menyengaja berdo'a dengan penuh semangat pada malam-malam sepuluh yang terakhir dengan harapan bertepatan dengan malam Lailatul Qadar, sebagaimana telah dishahih dari Nabi SAW bahwa Beliau mengajarkan do'a kepada Aisyah RA :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌ تُحِبُّ العَفْوَفَاعْفُ عنَّي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai maaf, maka maafkanlah aku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak shahih dalam hadits ini. "عَفُوٌ Setelah lafazh " " كَرِيْمٌ " kata Adapun tambahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Do'a ketika berbuka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَشَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَاللََّهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah sirna rasa haus, telah basah tenggorokan dan telah pasti pahala,jika Allah kehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang do'a berbuka puasa ini telah diriwayatkan ada lima (5) macam yang tidak shahih, di antaranya dengan lafazh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَىرزْقِكَ أَفْطَرْتُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, untukMu aku berpuasa dan dengan rizkiMu aku berbuka (Sanad hadits ini dhaif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan lafazh lainya merupakan Sanad hadits yang dhaif (tidak shahih).&lt;br /&gt;Ada riwayat dari Ibnu Umar RA secara marfu':&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كَانَ النَّبِي إِذَا لَقَمَ أَوَّلَ لُقْمَةِ قَالَ: يَا وَاسِعَ الْمَغْفِرَةِ اغَفِرْ لِي.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Nabi SAW apabila menelan makanan untuk kali pertama beliau membaca : "wahai Dzat yang Maha luas mahfirahnya, ampunilah aku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian hadits ini mutlaq (umum), tidak ada pengkhususan untuk puasa dan tidak pula untuk yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Do'a ketika berbuka puasa pada suatu kaum, dengan do'a yang artinya :&lt;br /&gt;"Telah berbuka orang-orang yang puasa disisi kalian, telah memakan makanan kalian orang-orang yang baik dan para malaikat bershalawat atas kalian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Do'a Tatkala sahur&lt;br /&gt;Tetapi tidak ada do'a khusus untuk hal ini, namun karena keumuman firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَبِاْلأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika sahur mereka beristighfar. (QS. Adz-Dzaariyaat 18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Do'a ketika keluar dari bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;Hal ini ditunjukkan oleh alur ayat yang telah disebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Apabila seseorang mencaci atau mencelakai orang yang sedang berpuasa, maka hendaklah ia mengatakan: "&lt;em&gt;Aku sedang berpuasa&lt;/em&gt;" sebagaimana yang disebutkan didalam shahihain (shahih Bukhari dan shahih Muslim) dan yang lain. Sama saja baik puasa sunnah atau puasa wajib. Apakah ini di ucapkan dengan suara keras atau pelan? Dalam hal ini terdapat ikhtilaf (perbedaan pendapat) dan yang shahih adalah di ucapkan dengan suara terang-terangan, inilah yang dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Raakhiimullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah ringkasan yang saya ambil dari As sunnah edisi V/1422H.semoga bermanfaat, amien. Saya ucapkan Selamat menyambut Ramadhan 2006.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-115764200803886451?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/115764200803886451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=115764200803886451&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115764200803886451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115764200803886451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/09/doa-dan-zikir-di-bulan-ramadhan-allah_07.html' title=''/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-115711063367391623</id><published>2006-09-01T14:29:00.000+03:00</published><updated>2006-09-01T14:39:33.050+03:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mengapa Wanita Harus Berhijab?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Pertanyaan ini sangatlah penting namun jawabannya justru jauh lebih penting. Hijab atau jilbab merupakan satu hal yang telah diperintahkan oleh Sang Pembuat syariat, sebagai syariat yang yang memiliki konsekwensi jauh kedepan, menyangkut kebahagiaan dan kemaslahatan hidup di dunia dan akhirat. Berikut ulasan sebagian jawaban dari pertanyaan di atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan RasulNya&lt;br /&gt;Ketaatan merupakan sumber kebahagiaan dan kesuksesan besar didunia dan akherat.&lt;br /&gt;Allah berfirman : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;وَمَن يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَاذَ فَوْذًَا عَظِيمًَا&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Dan barang siapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapatkan kemenangan yang besar. ( QS Al Ahzab:71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda : Sungguh akan merasakan manisnya iman, seseorang yang telah rela Allah sebagai Rabb, Islam sebagai Agama, dan Muhammad sebagai Rasul utusan Allah. (HR Muslim).&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pamer aurat dan keindahan tubuh merupakan bentuk maksiat yang mendatangkan murka Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;Allah berfirman: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;وَمَن يَعْصِ الله وَرَسُولَهُ فَقًد ضَلَّ ضَلاَ لاًمُّبِينًا&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS Al Ahzab: 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda: Setiap umatku (yang bersalah) akan dimaafkan, kecuali orang yang secara terang-terangan (berbuat maksiat). (Muttafaqun alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara wanita yang pamer aurat dan keindahan tubuh sama artinya dia telah berani menampakkan kemaksiatan secara terang-terangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sesungguhnya Allah telah memerintahkan hijab untuk meredam berbagai macam fitnah.&lt;br /&gt;Jika berbagai macam fitnah redup dan lenyap, maka masyarakat yang dihuni oleh kaum wanita kaum berhijab akan lebih aman dan selamat dari fitnah. Sebaliknya, masyarakat yang dihuni oleh wanita yang gemar bertabarruj (berdandan seronok), pamer aurat dan keindahan tubuh, sangatlah rentan terhadap ancaman berbagai fitnah dan pelecehan seksual serta gejolak syahwat yang membawa malapetaka dan kehancuran yang sangat besar. Jasad yang berbugil jelas akan memancing pandangan berbisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak berhijab dan pamer perhiasan akan mengundang fitnah bagi laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita apabila memamerkan perhiasan atau bentuk tubuhnya dihadapan laki-laki non mahram, jelas akan menguindang perhatian kaum laki-laki hidung belang dan serigala berbulu domba. Jika ada kesempatan mereka akan memangsa dengan ganas laksana singa sedang kelaparan.&lt;br /&gt;Seorang Penyair berkata"&lt;em&gt;Berawal dari pandangan lalu senyuman kemudian salam disusul pembicaraan lalu berakhir dengan janji dan pertemuan&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Seorang muslimah yang menjaga hijab, secara tidak langsung ia berkata kepada semua kaum laki-laki, "&lt;strong&gt;Tundukkanlah pandanganmu, aku bukan milikmu dan kamu juga bukan milikku. Aku hanya milik orang yang dihalalkan Allah bagiku.Aku orang merdeka yang tidak terkait dengan siapapun karena aku lebih tinggi dan jauh lebih terhormat disbanding mer&lt;/strong&gt;eka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun wanita yang bertabarruj atau pamer aurat dan menampakkan keindahan tubuh dihadapan laki-laki secara tidak langsung ia berkata"&lt;strong&gt;Silakan anda menikmati tubuhku dan kecantikan wajahku. Adakah orang yang mau mendekatiku? Adakah orang yang mau memandangku? Ataukah ada orang yang berseloroh, aduhai betapa cantiknya dia?&lt;/strong&gt;". Mereka berebut menikmati keindahan tubuhnya dan kecantikan wajahnya sehingga mereka pun terfitnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah QS Al-Ahzab ayat 59; "&lt;em&gt;Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidajk diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita tak berhijab laksana pengemis yang merengek-rengek untuk dikasihani. Tanpa sadar mereka rela menjadi mangsa kaum laki-laki bejat dan rusak. Mereka menjadi wanita terhina, terbuang, murahan dan kehilangan harga diri dan kesucian. Serta mereka telah menjerumuskan dirinya dalam kehancuran dan malapetaka hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat Hijab&lt;br /&gt;Hijab sebagai bagian dari syariat islam, memiliki batasan-batasan jelas. Para Ulama telah memaparkan criteria berhijab, maka setiap mukminah hendaknya memperhatikan batasan syariat berkaitan dengan berhijab ini. Menjadikan Kitabullah dan Sunnah Rasul sebagai dasar rujukan dalam beramal, serta tidak berpegang pada pendapat yang menyimpang dari para pengekor hawa nafsu. Dengan demikian tujuan disyariatkannya hijab dapat terwujud, bi'aunillah. Diantaranya syarat-syarat berhijab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Hendaknya hijab menutup seluruh tubuh dan tidak menampakkan anggota tubuh sedikitpun selain yang dikecualikan, sebagaimana Firman Allah"&lt;em&gt;Dan katakanlah kepada wanita-wanita mukminat, hendaknya mereka menundukkan pandangan mereka dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedada mereka&lt;/em&gt;". (QS An Nuur:31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah lainnya : Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin, "&lt;em&gt;Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka,"Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&lt;/em&gt;. (QS Al-Ahzab: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Hendaknya hijab tidak menarik perhatian pandangan laki-laki bukan mahram. Agar hijab tidak memancing pandangan kaum laki-laki maka harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:&lt;br /&gt;- Hijab terbuat dari kain yang tebal sehingga tidak menampakkan warna kulit tubuh.&lt;br /&gt;- Hijab longgar dan tidak menampakkan bentuk anggota tubuh.&lt;br /&gt;- Hijab bukan dijadikan perhiasan bahkan sebaikknya memiliki satu warna bukan berbagai warna dan motif.&lt;br /&gt;- Hijab bukan merupakan pakaian kebanggaan dan kesombongan. Berdasarkan sabda Rasulallah berikut,"Barangsiapa yang mengenakan pakaian kesombongan di dunia maka Allah akan mengenakan pakaian kehinaannanti pada hari kiamat kemudian ia dibakar dalam Neraka". (HR Abu Daud dan Ibnu Majah, dan Hadits ini hasan).&lt;br /&gt;- Hijab tidak diberi parfum atau wewangian. Dasarnya adalah hadits dari Abu Musa Al-Asy'Ary, dia berkata bahwa Rasulallah bersabda"Siapapun wanita yang mengenakan wewangian lalu melewati segolongan orang agar mereka mencium baunya, maka ia adalah wanita Pezina". (HR Abu Daud, Nasa'I dan Tirmizi dan hadits ini hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Hendaknya hijab yang dikenakan tidak menyerupai pakaian laki-laki atau pakaian wanita kafir. Sabda Rasulallah: "&lt;em&gt;Barangsiapa yang menyerupai kaum maka dia termasuk bagian dari mereka&lt;/em&gt;". (HR Ahmad dan Abu Daud). Rasulallah mengutuk laki-laki yang mengenakan pakaian wanita serta mengutuk wanita yang berpakaian seperti laki-laki.(HR Abu Daud Nasa'I dan Ibnu Majah dan hadits ini shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;Syeikh Albani dalam kitabnya Jilbab Al Ma'rah Al Muslimah Fil Kitab Was Sunnah mengatakan, menutup wajah adalah sunnah hukumnya (tidak wajib) akan tetapi yang memakainya mendapat keutamaan. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan penjelasan ini saudari-saudariku seiman yang sudah berhijab agar lebih memantapkan hijabnya hanya untuk mencari wajah Allah. Bagi mereka yang belum berhijab agar bertaubat dan segera memulainya sehingga mendapat ampunan dari Allah Azza wa Jalla. Wallahu Waliyyut Taufiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reference: Ummu Ahmad Rifqi&lt;br /&gt;(Majalah As-sunnah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-115711063367391623?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/115711063367391623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=115711063367391623&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115711063367391623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115711063367391623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/09/mengapa-wanita-harus-berhijab.html' title=''/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-115710986387868038</id><published>2006-09-01T14:17:00.000+03:00</published><updated>2006-09-01T14:29:01.983+03:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;strong&gt;KHOWARIQ LIL 'ADAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Khowariq Lil 'Adah adalah suatu keluarbiasaan pada beberapa makhluk yang diberikan oleh ALLAH SWT. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu yang bersifat baik dan yang bersifat tidak baik. Keduanya tetap diciptakan oleh ALLAH SWT. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Tetapi makhluk-Nya yang mengolahnya atau memilihnya. ALLAH hanya memberitahu yang baik dan yang tidak baik. Makhluk-Nya tinggal memilih. Jika dipilih yang baik, maka dia mengikuti taqdir baik, dan sebaliknya jika dipilih yang buruk, maka dia mengikuti taqdir buruknya. Dan kadang makhluk harus mengikuti kehendak ALLAH SWT tanpa ada tawar menawar lagi, seperti taqdir seseorang harus lahir sebagai orang Indonesia, tidak bisa memilih lahir sebagai warga negara lain. Atau seseorang harus menerima mushibah yang datang, maka orang itu tidak bisa menghindarinya. Kejadian dari taqdir yang tidak bisa dipilih adalah merupakan rahasia ALLAH yang dapat diambil hikmah yang terpendam di dalamnya. Mungkin taqdir seperti itu bersifat ujian, teguran atau hukuman bagi orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Khowariq Lil 'Adah adalah :&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;1. &lt;strong&gt;Mu'jizat&lt;/strong&gt;, yaitu keluarbiasaan yang diberikan ALLAH kepada para Nabi dan Rasul, seperti tongkat bisa berubah jadi ular bagi Nabi Musa as, keluar air dari jari-jari Nabi Muhammad SAW dll &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;strong&gt;Karomah&lt;/strong&gt;, yaitu keluarbiasaan yang diberikan ALLAH kepada para sahabat Nabi dan para waliyyullah, seperti bisa terbang di udara, mengubah buah menjadi emas, tahan lapar berhari-hari, ditakuti setan seperti karomah Sayyidina Umar bin Khoththob ra dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;strong&gt;Ma'unah&lt;/strong&gt;, yaitu keluarbiasaan yang diberikan ALLAH kepada para makhluk-Nya yang soleh, banyak berbuat kebaikan dibanding keburukannya. Seperti lolos dari kejaran musuh, ditabrak mobil tidak luka, kebal di saat diserang musuh dll. Ilmu hikmah masuk dalam kategori ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;strong&gt;Istidroj&lt;/strong&gt;, yaitu keluarbiasaan yang diberikan ALLAH kepada para makhluk-Nya yang banyak berbuat dosa atau kepada orang non muslim (kafir). Seperti punya kekuatan jin, meramal dengan hitungan atau dengan bantuan jin, istikhdam (minta bantuan jin), zodiak (ilmu nujum/perbintangan), azimat, tangkal, tathoyyur (meramal dengan burung), meramal dengan bulan safar, ruqyah (mantra), santet, sihir dengan kekuatan diri sendiri dan sihir dengan bantuan jin dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;strong&gt;Irhash&lt;/strong&gt;, keajaiban yang ALLAH berikan hanya pada anak kecil, seperti pada Nabi Isa Al Masih yang bisa berbicara di saat masih bayi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Khowariq Lil 'Adah yang dibolehkan adalah harus meliputi 3 syarat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sumbernya dari hal yang dibolehkan oleh agama Islam, seperti dari Al Qur'an, Doa, Dzikir, Hizib, Rotib, Solawat dan lain-lain&lt;br /&gt;2. Caranya tidak bertentangan dengan agama Islam, seperti dengan membaca Al Qur'an, membaca amalan wirid, pernafasan tenaga dalam dan lain-lain&lt;br /&gt;3. Tujuannya tidak bertentangan dengan ajaran Islam, seperti untuk membantu orang lain, mendoakan baik, dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tentang meramal, hukumnya haram dan mempercayainya haram juga dan dosanya seperti mendustai Nabi Muhammad SAW. Ilmu meramal dapat berbentuk zodiak (ilmu nujum/perbintangan), ilmu falak, meramal nasib dengan bantuan jin, meramal dengan indera ke enam, meramal masa lalu, sekarang dan masa akan datang dengan berbagai cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Firasat orang beriman adalah anugerah ALLAH, dan biasanya selalu tepat dikarenakan firasat seorang yang beriman melihatnya dengan Nur ALLAH (cahaya ALLAH). Dan ini beda dengan meramal. Dan firasat ini tidak boleh digunakan untuk meramal. Karena biasanya firasat akan datang tanpa diundang. Nabi Muhammad SAW bersabda, "&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ittaquu firoosatal Mu'min, fa innahu yanzhuru binuurillah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;", artinya, "Takutlah kamu kepada firasatnya orang mu'min, karena dia melihat dengan Nur ALLAH".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun azimat/tangkal sebagian ulama mengharamkannya sedangkan lainnya membolehkan atau memakruhkannya. Yang mengharamkannya beranggapan azimat itu termasuk syirik. Dan yang membolehkan atau memakruhkannya beranggapan syirik itu tergantung keyakinannya. Jika meyakini bahwa azimat itu tidak ada kekuatannya kecuali ALLAH yang memberi maka ini tidak menyebabkan syirik. Adapun azimat atau benda yang bisa dibuktikan memiliki kekuatan atau khasiat seperti buah-buahan yang berkhasiat mengobati penyakit, obat yang menyembuhkan atau benda-benda yang menurut hasil foto kamera Kirlian memiliki kekuatan gaib atau aura adalah sama dengan azimat yang memang dibuat oleh tangan manusia. Jika benda semacam itu diyakini memiliki kekuatan tanpa pemberian dari ALLAH, maka ini yang disebut syirik. Meyakini adanya sesuatu tanpa penciptaan ALLAH dahulu, berarti meyakini ada yang sebanding atau lebih tinggi dari ALLAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi obat, azimat, buah dan lainnya tidaklah memiliki kekuatan, baik kekuatan gaib atau kekuatan yang masuk akal sekalipun, kecuali atas kehendak ALLAH. Bukti menyebutkan bahwa kalau sakit kepala tidak mungkin orang minum Promaag (obat sakit maag). Dan bukti juga menyebutkan bahwa banyak yang minum obat dari dokter yang juga tidak bisa menyembuhkan sakitnya. Ini bukti kalimah LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH, artinya tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari ALLAH SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun berkah memang ada. Dan berkah itu adalah sesuatu yang bermanfaat yang ada pada suatu benda, misalnya pada makanan. Makanan yang baik dan berkah membuat tubuh sehat. Dan berkah juga bisa akibat adanya bacaan ayat Al Aqur'an, doa-doa atau zikir-zikir yang dibaca. Seperti ketika istri Nabi Muhammad SAW, Aisyah, sakit, Nabi membacakan ayat Al Qur'an lalu mengoleskan ludahnya ke bagian yang sakit di tubuh istrinya, Aisyah. Begitu sebaliknya ketika Nabi Muhammad SAW sakit, Aisyah yang membaca ayat Al Qur'annya lalu mengoleskan ludahnya ke tubuh Nabi. Karena itu banyak ulama ahli hikmah dan kebanyakan Nahdliyyiin sering membaca surat Yasin dan meniupkannya ke air untuk diminumkan dan diniatkan untuk keperluannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-115710986387868038?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/115710986387868038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=115710986387868038&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115710986387868038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115710986387868038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/09/khowariq-lil-adah-khowariq-lil-adah.html' title=''/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-115610980970266669</id><published>2006-08-20T23:46:00.000+03:00</published><updated>2006-08-21T03:36:30.240+03:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p align="left"&gt;"&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menikah setengah dari kesempurnaan agama&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Keinginan untuk menikah timbul dari berbagai dorongan dalam diri manusia,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;diantaranya adalah didasarkan rasa cinta, keinginan memperbanyak / memperbaiki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;keturuanan, sebagai pelampiasan nafsu sex, memperluas ikatan keluargadan alasan lainnya dimana hal tersebut merupakan jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;yang benar/legal setidaknya terhormat. Dalam berumah tangga baik suami maupun istri saling bahu membahu dalam membina dan menjaga keutuhan rumah tangga mereka..&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagamana Rasulullah, sebagai suri teladan kita  telah mengajarkan bahwa&lt;i&gt;&lt;b&gt; menikah itu adalah ibadah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Benarkah kita telah memahaminya? Allahu'alam. Banyak hikmah yang tersirat dalam kata-kata itu, yang perlu kita fahami dan lekatkan dalam hati.&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah itu ibadah&lt;/i&gt;, tidaklah Allah menciptakan diri ini melainkan hanya untuk beribadah kepadaNya. Seluruh gerak kita sepatutnya kita niatkan untuk beribadah kepadaNya. Seluruh khilaf kita sepatutnya kita mohonkan ampun padaNya. Seluruh nikmat yang kita dapat sepatutnya kita syukuri dengan memuji namaNya. Setiap ujian yang datang sepatutnya kita hanya memohon pertolonganNya.&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah itu ibadah&lt;/i&gt;, karena kecintaan kita pada istri mendorong kita membimbingnya pada kebaikan yang akan menghadirkan kecintaan Allah pada keluarga kita. Adakah cinta yang lebih patut kita harapkan daricintanya Sang Maha Pencinta. Ketika suami istri saling menggenggam tangan, maka berguguranlah dosa-dosa mereka dari sela-sela jari. Adakah yang lebih beruntung dari orang-orang yang diampuni dosanya. Ketika istri dapat menyenangkan suaminya sehingga suaminya ridho, maka dibukalah pintu-pintu surga agar dia dapat memasukinya dari manapun dia suka. Subhanallah.&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah itu ibadah&lt;/i&gt;, Allah akan menolong hambaNya yang menikah karena ingin menjaga diri dari perbuatan zina. Jikalau menikah itu hanya untuk menyalurkan hasrat seksualnya, bukanlah tidak mungkin jika belum terpuaskan hasratnya dia akan mencari pelampiasan lain yang tidak halal. Maka jangan heran kalau kita pernah mendengar seorang aktivis dakwah yang berselingkuh dengan tetangganya, naudzubillah. Sungguh mulia ketika Rasulullah mengatakan menikah itu akan menjaga kehormatan kita, beliau tidak mengatakan bahwa menikah itu akan menjadi tempat menyalurkan hasrat kita. Meskipun pelaksanaannya sama sungguh nilainya sangat jauh berbeda, Allahu Akbar.&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah itu ibadah&lt;/i&gt;, insyAllah kita akan diamanahkan anak-anak yang akan menjadi hiburan bagi orang tuanya, Ini adalah rizqi dari Allah sebagai pengikat hati orang tua. Membinanya bukanlah suatu beban melainkan sebuah amanah indah yang harus kita tunaikan, karena kebaikan dan doanya akan menjadi deposito pahala yang tak pernah putus hingga kita meninggalkan dunia ini. Bersyukurlah pada Allah atas segala nikmat yang bahkan kita tidak mengetahuinya.&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah itu ibadah&lt;/i&gt;, maka syaitan akan mengerahkan seluruh bala tentaranya untuk menghalang-halangi setiap usaha anak manusia untuk melaksanakan dan mempertahankan pernikahan. Pernikahan yang penuh barokah adalah benteng iman yang paling kokoh, melindungi orang-orang di dalamnya dari gempuran hizbu syaitan yang kian dahsyat di saat kiamat sudah dekat. Karena berarti realisasi janji syaitan untuk membawa pengikut sebanyak-banyaknya semakin mendekati dead line. Selain berharap hanya pada pertolongan Allah, dituntut kesabaran dan keikhlasan kita dalam mengarungi bahtera yang kadang bergelombang dan berbadai ini.&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah itu ibadah&lt;/i&gt;, tapi menikah bukanlah puncak prestasi yang patut kita bangga-banggakan, janganlah sampai kita merasa diri lebih baik dari orang lain karena kita sudah menikah. Marilah kita berlindung pada Allah dari tipu daya syaitan seperti ini. Sepatutnya pernikahan itu menjadi sebuah madrasah, media dakwah dan tarbiyah. Menjadikan kita semakin merasakan Kebesaran Allah, menjadikan tumbuhnya cinta dan kasih sayang semakin menjauhkannya dari hubbud dunia, membuat kita semakin mengerti akan kegelisahan saudara kita. Sehingga keberkahannya akan beresonansi pada orang-orang di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="riht"&gt;&lt;i&gt;Wallahu a'lam bish shawab(revisi Rembulan.net)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-115610980970266669?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/115610980970266669/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=115610980970266669&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115610980970266669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115610980970266669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/08/menikah-setengah-dari-kesempurnaan.html' title=''/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-115591116532419602</id><published>2006-08-18T17:13:00.000+03:00</published><updated>2006-08-18T17:29:55.870+03:00</updated><title type='text'>Janganlah Engkau Ceritakan Sifat Temanmu Kepada Suamimu</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Jangan sekali-kali engkau melakukannya!!&lt;/span&gt;.Bila engkau lupa maka mohonlah ampun kepada-Nya.Tahukah engkau saudariku, secara tidak langsung engkau telah menjerumuskan suamimu kepada zina hati.karena itulah islam sangat keras melarangnya. Yang sangat disayangkan banyak tidak disadari oleh saudari-saudari kita yang telah bersuami melupakan hal ini atau mungkin banyak diantara mereka yang tidak tahu tentang larangan ini.Mungkin sebenarnya engkau tidak berniat demikian,engkau hanya ingin mengabarkan apa saja yang telah engkau dapati bersama temanmu itu sebagai bahan obrolan ketika sedang bercengkerama bersama suamimu, tapi engkau lupa bahwa suamimu adalah manusia biasa yang memiliki hati dan syahwat.Sehingga hati akan mudah tergoda jadilah ia menghayalkan seakan-akan melihat temanmu itu.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Bila engkau membaca kisah tentang Aisyah dan keutamaannya maka akan engkau dapati bahwa beliau memang benar-benar sosok yang sangat cerdas dan pandai.Memiliki ketajaman akal yang luar biasa, akan engkau temui betapa takutnya ia terhadap hal ini.Sehingga ketika para shohabiyat mengunjunginya untuk bertanya atau menimba ilmu dari beliau maka sebelum mereka pulang, Aisyah radyillahu anha selalu menyisipkan nasehat ketelinga mereka agar jangan sekali-kali menceritakan tentang dirinya kepada suami-suami mereka (suami para shohabiyat). Karena beliau sangat takut dirinya akan terjatuh dalam fitnah.Semoga bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Ya ukhti,.....yang terkadang kita sendiri jatuh ke dalam fitnah ini, setan begitu mudah menggelitik hati kita sehingga kita tidak merasa risi ketika teman kita bercerita kepada kita bahwa suaminya berkomentar bagus tentang diri kita.Bahkan terkadang telinga kita merasa senang mendengarnya..Astagfirullahi begitu jauhnya perbedaan kita dengan para wanita di zaman dahulu (generasi salafiyah).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Ya, bila memang engkau penasaran dan ingin mengetahui lebih dalam tentang hal ini maka sungguh telah datang hadits yang mulia dari sebaik-baik manusia diatas muka bumi ini, junjungan kita Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam telah bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"Tidak diperbolehkan seorang wanita bergaul dengan wanita lain lalu menceritakannya kepada suaminya seakan-akan suaminya itu melihatnya"(Hadits Riwayat Bukhari, lihat Kitabun Nikah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Kini engkau telah tahu larangannya semua mencakup teman dekatmu seperti sahabatmu, atau teman kuliahmu atau teman-teman pergaulanmu yang lainnya.Imam Ibnul Jauzi juga pernah berkata tentang hal ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wanita dilarang melakukan itu karena seorang laki-laki mendengar sifat seorang wanita maka keinginannya akan tergerak, hatinyapun akan bergolak, dan jiwanya juga akan senantiasa merindukan wanita yang disifatinya itu &lt;/span&gt;" (30 Larangan Wanita, hal:81-82)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita telah tahu bahwa islam melarang hal ini karena akan menimbulkan dampak yang tidak baik pada suami kita.Misalnya akan membuat hatinya tidak tenang dan gelisah.Pikirannya akan sibuk membanding-bandingkan antara istrinya dan wanita lain.Sehingga dapat mengguncangkan dirinya akibat khayalannya dalam melakukan perbandingan tersebut.Karena itu, janganlah engkau menyalahkan suamimu bila kelak nanti ia mengeluh mengapa engkau tak sepandai fulanah, atau tak secantik fulanah atau tak serapi fulanah dan keluhan-keluhan lainnya.Jadi salahkanlah dirimu sendiri ya ukhti,...engkau yang mulai membakar api maka engkau pula yang akan menerima asapnya.Kecuali suami yang dirahmati Allah maka ia akan menasehati istrinya agar jangan melakukan yang demikian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh engkau sangat mengharapkan rumah tangga yang sakinah (tenang) mawaddah (penuh cinta kasih) warrahmah (penuh rahmat) didalamnya.Karena itu camkanlah hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kisah nyata yang penulis lihat sendiri bisa menjadi ibrah bersama, bahwa memang apa yang Rasulullah sabdakan semua itu adalah untuk kebaikan dan kebahagiaan kita di dunia dan akhirat.Teman penulis yang kini telah menjanda (semoga Allah memberi ganti yang lebih baik) mungkin engkau akan bertanya apa sebabnya.Sesal memang selalu saja tiba di belakang hari.Betapa terkejutnya ia ketika ia mendapatkan talak dari suaminya dan sang suaminya kini menikahi sahabatnya.Sahabat dekatnya yang rajin mengunjunginnya yang sangat ia percaya kini menjadi pendamping bekas suaminya.Tak terbayangkan betapa kecewa hatinya.Tentu engkau telah tahu sebabnya kini.Sehingga engkau akan lebih waspada dan hati-hati. Semoga Allah selalu menjaga kita dari hal-hal yang dimurkai-Nya dan menjadikan kita sebaik-baik wanita diatas muka bumi ini yaitu wanita shalihah yang menjadi dambaan para suami kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Wahai para suami,....sungguh kami tidaklah jauh berbeda denganmu sangat membutuhkan nasehat dan bimbinganmu karena itu bila engkau menemui hal ini maka berilah kami teguran secepatnya agar kami tidak ikut menjerumuskanmu dalam syahwat yang bergelora.Sesungguhnya nasehat itu sangatlah bermanfaat bagi kami, karena kelalaian dan kealpaan tidaklah pernah hilang dan lepas dari kami, para istri ....dan semoga Allah memberi pahala atas apa yang engkau lakukan kepada kami.amiin.Wallahu 'alam bisshawwab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sumber bacaan&lt;/span&gt;:   &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Ummu Raihanah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;(Assunnah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-115591116532419602?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/115591116532419602/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=115591116532419602&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115591116532419602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115591116532419602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/08/janganlah-engkau-ceritakan-sifat.html' title='Janganlah Engkau Ceritakan Sifat Temanmu Kepada Suamimu'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-115573907320275054</id><published>2006-08-16T17:17:00.000+03:00</published><updated>2006-08-19T17:18:44.530+03:00</updated><title type='text'>Merdeka!!!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight0"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight1"&gt;E&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight2"&gt;L&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight3"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight4"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight5"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight6"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight7"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight8"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight9"&gt;E&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight10"&gt;N&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight11"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight12"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight13"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight14"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight15"&gt;U&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight16"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight17"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight18"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight19"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight20"&gt;R&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight21"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight22"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;KEMERDEKAAN&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);" id="neonlight33"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;KE-61 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;                            17  Agustus 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/4/4c/Indonesia_flag_large.png/120px-Indonesia_flag_large.png" alt="" height="81" width="120" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;INDONESIAKU&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;I&lt;/span&gt;ndonesia...&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;N&lt;/span&gt;ama negara Tercintaku&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;D&lt;/span&gt;engarlah...lihatlah...rasakan penderitaan serta kepedihan mereka&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;O&lt;/span&gt;rang-orang yang menjadi korban politik dinegara mu&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;N&lt;/span&gt;egara yang dikenal ramah tamah telah pudar tergeser keserakahan...&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;E&lt;/span&gt;ntah kapan keadilan dan pemerataan terwujud sebagai reformasi mu&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;S&lt;/span&gt;atu persatu pemimpin telah dipilih dan terpilih&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;I&lt;/span&gt;ni semua demi harapan kemajuan tanah air bangsaku&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;A&lt;/span&gt;yo...bangkitlah...majulah Budayaku, majulah tanah airku&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;K&lt;/span&gt;upersembahkan devisaku untukmu...&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;U&lt;/span&gt;ntuk langkah perbaikanmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;karya : ocha&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-115573907320275054?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/115573907320275054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=115573907320275054&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115573907320275054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115573907320275054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/08/merdeka.html' title='Merdeka!!!'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-115567737894286014</id><published>2006-08-16T00:24:00.000+03:00</published><updated>2006-08-16T00:38:06.710+03:00</updated><title type='text'>Muslim Family</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Family is the bedrock, cradle of human civilisation. It is the foundation and basis of Muslim society.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);"&gt;Adam and Hawa, our first father and mother, struggled to cultivate and endure in the earth as husband and wife. Gradually their family multiplied into multitude. Family gives mooring, anchor, stability and tranquility among the close blood related and other members.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102);" class="fullpost"&gt;Allah says in the Qur'an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“O Mankind, be conscious of your duty to your Lord, Who created you from a single soul, created of like Nature, his mate, and from the two created and Spread many men and women; and be mindful of your duty to God whose name you appeal to one another and to (the ties of) the womb. Verily God watches over you”. Qur'an (4:1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Islamic family system brings the rights of the husband, wife, children, and relatives into a fine equilibrium. It nourishes unselfish behavior, generosity, and love within the framework of a well-organized family system. The peace and security offered by a stable family unit is greatly valued by Islam, and it is seen as essential for the spiritual growth of its members. A harmonious social order is created by the existence of extended families and by treasuring children.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The institutions of marriage and the family have been commended as the ‘way of the Prophets’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah says in the Qur'an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"And surely We have sent Messengers before you, and we assigned to them wives and offspring; and it was not for any Messenger to bring assign except by God's leave. For every term has a Book."Qur'an (13:38)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the Prophet Mohammad (PBUH) said:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Marriage is a part of my Sunnah. Whoever runs away from my path is not from amongst us”. [Ibn Majah, Book of Marriage]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moreover a Muslim family has its unique features, e.g. it provides a secure and healthy 'home' environment for all its members, it guards against passions of whims and desires and channelise them to wholesome and meaningful pursuit, it proliferates human virtues, such as, love compassion, sacrifice, justice etc. and it provides a refuge against any difficulty.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And since the family is the microcosm of a society and as such there are distinct role for its members.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prophet Mohammad (PBUH) says:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Each one of you is a trustee (shepherd) and is accountable for that which is entrusted to him. A ruler is trustee and is accountable for his trust, a man is a trustee in respect of his family, a woman is a trustee in respect of her husband's house and children." (Sahih al-Bukhari and Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Men has the leadership role in the family and in the family women have to be loyal to men.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah says in the Qur'an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Men are the supporters of women, because Allah has stowed on the one more than the other, and for what they have to provide (for them) from their sources. So the righteous women are obedient and protect in the absence of their husbands that which God ordains to be protected." Qur'an (4:34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leadership raises the question of responsibility, consultation (shoora) and justice. As shepherd of the house women have responsibility over the house and children.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parents are to provide their children with basic human necessities, such as food, cloth, shelter, education and medical support. This is treated as and Ibadah (worship) for the parents. Also parents should provide their children with love, warmth, compassion, etc. As human being consists of body and spirit, parents must provide their children with the life skills and spiritual nourishment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Also there are many traditions regarding children's responsibility toward their parents. As God ask children to obey and serve their parents and be kind and decent to them. Bukhari and Muslim narrated,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'A man came to Prophet Mohammad (PBUH) and asked permission to go to Jihad (fighting for the sake of Islam). The Prophet asked him, "are your parents alive?" The man said, "yes". The Prophet responded, "then strive to serve them."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The rights and responsibilities within the family are inter-twined. One's responsibility is the other's right. Rights and duties of husband, wife, parents and children are inscribed in Shariah (God's Commands). No Superiority except in Piety.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What Islam has established is equitability in the role of sexes because of many factors, such as, physiological, physical, emotional, etc. Allah has no bias for or against men and women.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No burden bearer can bear another's burden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prophet Mohammad (PBUH) has stressed the importance of good conduct in the family.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The best of you is the best to his family and I am the best among you to my family". "The most perfect believers are the best in conduct, and the best of you are those who are best to their spouses "(Tirmidhi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prophet Mohammad (PBUH) shared household works with his wives. For genuine economic reasons both the spouses might need to engage in financial activities. But rearing up and educating children cannot be compromised. There should be frank discussion and consultation between the spouses. Children need to be involved as and when necessary and also in order to train them to become responsible in their lives.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Extended family with three to four generations under the same family structure helps Muslims to acquire many social qualities, such as sacrifice, compromise, respect, affection, consultation etc. There is mutual support in case of needs. There may be some inherent difficulties in this arrangement, but, after all, children should also learn to live in the realities of life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thus the family enjoys a high status in Islam. It is the core of the society, because a healthy family means a healthy society. Hence Allah, the Exalted, commands that parents be treated with gentleness and submissiveness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah says in the Qur'an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"And we have enjoined upon man (to be good) to his parents. With difficulty upon difficulty did his mother bear him and wean him for two years. Show gratitude to Me and to your parents; to Me is your final goal." (Qur'an 31:14)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-115567737894286014?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.islamonline.com/cgi-bin/news_service/spot_full_story.asp?service_id=722' title='Muslim Family'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/115567737894286014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=115567737894286014&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115567737894286014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115567737894286014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/08/muslim-family.html' title='Muslim Family'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-115566875155318871</id><published>2006-08-15T22:05:00.000+03:00</published><updated>2006-08-15T22:10:45.793+03:00</updated><title type='text'>Memperbaiki Birrul Walidain</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Suatu hari ada seorang laki-laki datang menghadap Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam. Dia bertanya, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai Rasulullah, aku mempunyai harta kekayaan dan anak. Sementara ayahku berkeinginan menguasai harta milikku dalam pembelanjaan. Apakah yang demikian ini benar?&lt;/span&gt;” Maka jawab Rasulullah, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dirimu dan harta kekayaanmu adalah milik orang tuamu&lt;/span&gt;.” (Riwayat Ibnu Majah dari Jabir bin Abdillah).&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, syari’at Islam menetapkan betapa besar hak-hak orang tua atas anaknya. Bukan saja ketika sang anak masih hidup dalam rengkuhan kedua orang tuanya, bahkan ketika ia sudah berkeluarga dan hidup mandiri. Tentu saja hak-hak yang agung tersebut sebanding dengan besarnya jasa dan pengorbanan yang telah mereka berikan. Sehingga tak mengherankan jika perintah berbakti kepada orang tua menempati ranking ke dua setelah perintah beribadah kepada Allah dengan mengesakan-Nya. Allah berfirman, “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada ibu bapakmu.” (An-Nisa:36)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Birrul Walidain, Bagaimana Caranya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sebagai anak, sebenarnya banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengekspresikan rasa bakti dan hormat kita kepada kedua orang tua. Memandang dengan rasa kasih sayang dan bersikap lemah lembut kepada mereka pun termasuk birrul walidain. Allah berfirman, “Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia, dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang.” (Al-Isra’:23)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab “Adabul Mufrad, Imam Bukhari mengetengahkan sebuah riwayat bersumber dari Ibnu Jarir dan Ibnu Mundzir melalui Urwah, menjelaskan mengenai firman Allah : “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang&lt;/span&gt;.” Maka Urwah menerangkan bahwa kita seharusnya tunduk patuh di hadapan kedua orang tua sebagaimana seorang hamba sahaya tunduk patuh di hadapan majikan yang garang, bengis, lagi kasar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu ketika, ada seorang laki-laki datang menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dia bersama seorang laki-laki lanjut usia. Rasulullah bertanya, ”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Siapakah orang yang bersamamu?&lt;/span&gt;” Maka jawab laki-laki itu, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ini ayahku&lt;/span&gt;”. Rasulullah kemudian bersabda, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Janganlah kamu berjalan di depannya, janganlah kamu duduk sebelum dia duduk, dan janganlah kamu memanggil namanya dengan sembarngan serta janganlah kamu menjadi penyebab dia mendapat cacian dari orang lain&lt;/span&gt;.” (Imam Ath-Thabari dalam kitab Al-Ausath)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;Berbakti kepada orang tua tak terbatas ketika mereka masih hidup, tetapi bisa dilakukan setelah mereka wafat. Hal itu pernah ditanyakan oleh seorang sahabat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka Rasulullah menjawab, “Yakni dengan mengirim doa dan memohonkan ampunan . Menepati janji dan nadzar yang pernah diikrarkan kedua orang tua, memelihara hubungan silaturahim sera memuliakan kawan dan kerabat orang taumu.” Demikian Imam Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hiban meriwayatkan bersumber dari Abu Asid Malik bin Rabi’ah Ash-Sha’idi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Bukan dalam Syirik dan Maksiyat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;Meski kita diperintah untuk taat dan patuh kepada mereka, namun hal itu tak berlaku ketika keduanya memerintahkan kita untuk menyekutukan Allah dan bermaksiyat kepada-Nya. Rasulullah bersabda,”Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiyat kepada Allah.” (Riwayat Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu  ingat kisah seorang sahabat, Sa’ad bin Waqash yang diberi dua buah opsi oleh ibunya yang masih musyrik: kembali kepada kemusyrikan atau ibunya akan mogok makan dan ,minum sampai mati. Ketika sang ibu tengah melakukan aksinya selama tiga hari tiga malam, beliau berkata,”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wahai Ibu, seandainya Ibu memiliki 1000 jiwa kemudian satu per satu meninggal, tetap aku tidak akan meninggalkan agama baruku (Islam). Karena itu, terserah ibu mau makan atau tidak&lt;/span&gt;.” Melihat sikap Sa’ad yang bersikeras itu maka ibunya pun menghentikan aksinya. Sehubungan dengan peristiwa itu, Allah menurunkan ayat: “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik&lt;/span&gt;.” (Luqman:15). Jadi, kalau ortu ngajak ke arah kemusyrikan maka tidak wajib kita mentaati mereka. Hanya saja sebagai anak tetap berkewajiban bergaul dengan baik selama di dunia. Sikap santun harus senantiasa dijaga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Awas: Durhaka! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;Durhaka kepada orang tua (‘uquuqul walidain) termasuk dalam kategori dosa besar. Bentuknya bisa berupa tidak mematuhi perintah, mengabaikan, menyakiti, meremehkan, memandang dengan marah, mengucapkan kata-kata yang menyakitkan perasaan, sebagaimana disinggung dalam Al-Qur’an: “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan janganlah sekali-kali kamu mengatakan ‘ah’ kepada orang tua&lt;/span&gt;.” (Al-Isra’ : 23). Jika berkata ‘ah/cis/huh’ saja nggak boleh, apalagi yang lebih kasar daripada itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Barangsiapa membuat hati orang tua sedih, berarti dia telah durhaka kepadanya&lt;/span&gt;.” (Riwayat Bukhari). Dalam kesempatan lain Rasulullah bersabda, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Termasuk perbuatan durhaka seseorang yang membelalakkan matanya karena marah&lt;/span&gt;.” (Riwayat Thabrani).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;Orang tua kita, siapa pun orangnya, memang harus dihormati, apalagi jika beliau seorang muslim. Rasulullah pernah berpesan, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seorang muslim yang mempunyai kedua orang tua yang muslim, kemudian ia senantiasa berlaku baik kepadanya, maka Allah berkenan membukakan dua pintu surga baginya. Kalau ia memiliki satu orang tua saja, maka ia akan mendapatkan satu pintu surga terbuka. Dan kalau ia membuat kemurkaan kedua orang tua maka Allah tidak ridha kepada-Nya&lt;/span&gt;.” Maka ada seorang bertanya, “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Walaupun keduanya berlaku zhalim kepadanya?” Jawab Rasulullah, “Ya, sekalipun keduanya menzhaliminya&lt;/span&gt;.” (Riwayat Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Berhubungan dengan orang tua memang harus hati-hati&lt;/span&gt;. Jangan sampai hanya karena emosi, kelalaian, ketidaksabaran plus rasa ego kita yang besar, kita terjerumus ke dalam ‘uququl walidain yang berarti kemurkaan Allah. Na’udzubillah. Bukankah dalam sebuah hadits Rasulullah pernah berpesan bahwa keridhaan Allah berada dalam keridhaan orang tua, dan kemurkaan Allah berada dalam kemarahan orang tua? Dus, selagi masih ada waktu dan kesempatan, tunjukkanlah cinta, sayang, hormat, dan bakti kita kepada keduanya, hanya untuk satu tujuan: meraih cinta, ampunan, pahala, dan ridha-Nya…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Wallahu A’lam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Written by nnur_w (jilababku.or.id)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-115566875155318871?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/115566875155318871/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=115566875155318871&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115566875155318871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115566875155318871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/08/memperbaiki-birrul-walidain.html' title='Memperbaiki Birrul Walidain'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-115557719063118821</id><published>2006-08-14T20:27:00.000+03:00</published><updated>2006-08-15T16:01:38.096+03:00</updated><title type='text'>Tumbuhan bisa bicara!!!</title><content type='html'>Pada sebuah penelitian ilmiah yang diberitakan oleh sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, menyebutkan bahwa sekelompok ilmuwan yang mengadakan penelitian mendapatkan suara halus yang keluar dari sebagian tumbuhan yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam dengan sebuah alat perekam tercanggih yang pernah ada.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kajian-serbaserbi.blogspot.com/"&gt;apa benar yah???klik aja ini..&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-115557719063118821?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/115557719063118821/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=115557719063118821&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115557719063118821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115557719063118821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/08/tumbuhan-bisa-bicara.html' title='Tumbuhan bisa bicara!!!'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-115525089876269215</id><published>2006-08-11T01:56:00.000+03:00</published><updated>2006-08-14T20:17:27.803+03:00</updated><title type='text'>Photo Keluarga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3490/3527/1600/photo%20edit-1.3.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3490/3527/320/photo%20edit-1.3.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3490/3527/1600/photo%20editanku.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3490/3527/320/photo%20editanku.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3490/3527/1600/IMGA0248_edited.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3490/3527/320/IMGA0248_edited.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3490/3527/1600/IMGA0250_edited.4.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3490/3527/320/IMGA0250_edited.4.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/3490/3527/1600/IMGA0257_edited.0.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3490/3527/320/IMGA0257_edited.0.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-115525089876269215?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/115525089876269215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=115525089876269215&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115525089876269215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115525089876269215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/08/photo-keluarga_115525089876269215.html' title='Photo Keluarga'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-115517069342081741</id><published>2006-08-10T03:08:00.000+03:00</published><updated>2006-08-10T03:48:02.306+03:00</updated><title type='text'>The Role of Parents</title><content type='html'>&lt;p align="left"&gt;Narrated Abu Huraira: Allah's Messenger (peace and blessings be &lt;br /&gt;upon him) said, &amp;quot;No child is born except on Al-Fitra (Islam) and then his &lt;br /&gt;parents make him Jewish, Christian or Magian, as an animal produces a perfect &lt;br /&gt;young animal: do you see any part of its body amputated?&amp;quot; (part of a Hadith in &lt;br /&gt;Bukhari).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-115517069342081741?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/115517069342081741/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=115517069342081741&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115517069342081741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115517069342081741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/08/role-of-parents.html' title='The Role of Parents'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-115511872029070316</id><published>2006-08-09T13:18:00.000+03:00</published><updated>2006-08-09T13:18:40.333+03:00</updated><title type='text'>Refleksi Blogger Indonesia: Petunjuk praktis membuat Blog (1)</title><content type='html'>&lt;a href="http://kolom-mario.blogspot.com/2005/12/petunjuk-praktis-membuat-blog-1.html"&gt;Refleksi Blogger Indonesia: Petunjuk praktis membuat Blog (1)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-115511872029070316?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://kolom-mario.blogspot.com/2005/12/petunjuk-praktis-membuat-blog-1.html' title='Refleksi Blogger Indonesia: Petunjuk praktis membuat Blog (1)'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/115511872029070316/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=115511872029070316&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115511872029070316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115511872029070316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/08/refleksi-blogger-indonesia-petunjuk.html' title='Refleksi Blogger Indonesia: Petunjuk praktis membuat Blog (1)'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-115504051907691252</id><published>2006-08-08T15:34:00.000+03:00</published><updated>2006-08-08T15:35:28.270+03:00</updated><title type='text'>Air Terjun</title><content type='html'>&lt;img style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1542/1069/320/karangsuko%20pagelaran.jpg" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-115504051907691252?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/115504051907691252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=115504051907691252&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115504051907691252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115504051907691252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/08/air-terjun.html' title='Air Terjun'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-115503680005658993</id><published>2006-08-08T14:28:00.000+03:00</published><updated>2006-08-08T14:34:07.273+03:00</updated><title type='text'>sejuknya bunga</title><content type='html'>&lt;img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0f/Flores.gif" alt="" border="0" height="250" width="333"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullMedia"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0f/Flores.gif" class="internal" title="Flores.gif"&gt;Flores.gif&lt;/a&gt;‎ &lt;span class="fileInfo"&gt; (397KB, MIME type: &lt;code&gt;image/gif&lt;/code&gt;)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-115503680005658993?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/115503680005658993/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=115503680005658993&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115503680005658993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115503680005658993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/08/sejuknya-bunga.html' title='sejuknya bunga'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-115497590365707246</id><published>2006-08-07T21:35:00.000+03:00</published><updated>2006-08-14T18:46:22.070+03:00</updated><title type='text'>Suamimu Adalah Surga dan Nerakamu</title><content type='html'>“&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka&lt;/span&gt;.” Demikian disampaikan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa rnSallam setelah shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari. Ajaib… !! wanita rnsangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk rndihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun rnmalah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini terjadi? “Karena kekufuran mereka,” jawab Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah mereka mengingkari Allah? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya. Demikian penjelasan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari (5197)&lt;br /&gt;Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami!!&lt;br /&gt;Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita… kita saling introspeksi … apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami-suami kita?&lt;br /&gt;Jika kita terbebas dari yang demikian, alhamdulillah. Itulah yang kita harapkan. Berita gembira untukmu wahai saudariku.&lt;br /&gt;Namun jika tidak, kita (sering) mengingkari suami, mengingkari kebaikan-kebaikannya… maka berhati-hatilah dengan apa yang telah disinyalir oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Bertobat… satu-satunya pilihan utuk terhindar dari pedihnya siksa neraka. Selama matahari belum terbit dari barat, atau nafas telah ada di kerongkongan… masih ada waktu untuk bertobat. Tapi mengapa mesti nanti? Mengapa mesti menunggu sakaratul maut?&lt;br /&gt;Janganlah engkau katakan besok dan besok wahai saudariku; kejarlah ajalmu… bukankah engkau tidak tahu kapan engkau akan menemui Robb mu?&lt;br /&gt;“Tidaklah seorang isteri yang menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya (di akhirat kelak): bidadari yang menjadi pasangan suaminya (berkata): “Jangan engkau menyakitinya, kelak kamu dimurkai Allah, seorang suami begimu hanyalah seorang tamu yang bisa segera berpisah dengan kamu menuju kami.” (HR. At Tirmidzi, hasan)&lt;br /&gt;Wahai saudariku, mari kita lihat… apa yang telah kita lakukan selama ini … jangan pernah bosan dan henti untuk introspeksi diri… jangan sampai apa yang kita lakukan tanpa kita sadari membawa kita kepada neraka, yang kedahsyatannya… tentu sudah Engkau ketahui.&lt;br /&gt;Jika suatu saat, muncul sesuatu yang tidak kita sukai dari suami; janganlah kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR.Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan bacaan: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Peringatan bagi Istri yang Mengingkari Kebaikan Suami”, Romantika Pergaulan Suami Istri: Syaikh Musthofa Al Adawi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-115497590365707246?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/115497590365707246/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=115497590365707246&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115497590365707246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115497590365707246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/08/suamimu-adalah-surga-dan-nerakamu.html' title='Suamimu Adalah Surga dan Nerakamu'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-115497531938980637</id><published>2006-08-07T21:24:00.000+03:00</published><updated>2006-08-14T18:54:14.793+03:00</updated><title type='text'>Agama Adalah Nasehat</title><content type='html'>Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari, sesungguhnya Nabi shalallahu alaihi wa salam bersabda: ''Agama itu adalah nasehat.'' Kami bertanya: ''Untuk siapa?'' Sabda beliau: ''Untuk Allah, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslimin.'' (HR Muslim).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ''nasihat'' merupakan sebuah kata singkat penuh isi, maksudnya ialah segala hal yang baik. Dalam bahasa Arab tidak ada kata lain yang pengertiannya setara dengan kata ''nasihat'', sebagaimana disebutkan oleh para ulama Bahasa Arab tentang kata ''al fallaah'' yang tidak mempunyai padanan setara, yang mencakup makna kebaikan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ''agama adalah nasihat'' maksudnya adalah sebagai tiang dan penopang agama, sebagaimana halnya sabda Nabi shalallahu alaihi wa salam ''haji adalah Arafah'', maksudnya bahwa wukuf di 'Arafah adalah tiang dan bagian terpenting haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang penafsiran kata ''nasihat'' dan berbagai cabangnya, Khathabi dan ulama-ulama lainnya mengatakan: Pertama, nasihat untuk Allah, maksudnya beriman semata-mata kepada-Nya, menjauhkan diri dari syirik dan sikap ingkar terhadap sifat-sifatNya, memberikan kepada Allah sifat-sifat sempurna dan segala keagungan, menyucikan-Nya dari segala kekurangan, menaati-Nya, menjauhkan diri dari perbuatan dosa, mencintai dan membenci sesuatu semata-mata karena-Nya, berjihad menghadapi orang-orang kafir, mengakui dan bersyukur atas semua nikmat-Nya, berlaku ikhlas dalam segala urusan, mengajak melakukan segala hal-hal yang baik sebagaimana disebutkan di atas, menganjurkan orang lain untuk berbuat semacam itu, dan bersikap lemah lembut kepada sesama manusia. Khatabi berkata: ''Secara prinsip, sifat-sifat baik tersebut kebaikannya kembali kepada pelakunya sendiri, karena Allah tidak memerlukan kebaikan dari siapa pun.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, nasihat untuk kitab-Nya, maksudnya adalah beriman kepada firman-firman Allah dan diturunkan-Nya firman-firman itu kepada rasul-Nya, meyakini bahwa itu semua tidaklah sama dengan perkataan manusia dan tiada pula dapat dibandingkan dengan perkataan siapa pun. Kemudian menghormati firman Allah, membacanya dengan sungguh-sungguh, melafazhkannya dengan baik dengan sikap rendah hati dalam membacanya, menjaganya dari takwil orang-orang yang menyimpang, membenarkan segala isinya, mengikuti hukum-hukumnya, memahami berbagai macam ilmunya dan kalimat-kalimat perumpamaannya, mengambilnya sebagai pelajaran, merenungkan segala keajaibannya, mengamalkan dan menerima apa adanya tentang ayat-ayat mutasyabih, mengkaji ayat-ayat yang bersifat umum, dan mengajak manusia pada hal-hal sebagaimana tersebut di atas dalam mengimani kitabullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, nasihat untuk rasul-Nya, maksudnya membenarkan ajaran-ajarannya, mengimani semua yang dibawanya, menaati perintah dan larangannya, membelanya semasa hidup maupun sesudah matinya, melawan para musuhnya, membela para pengikutnya, menghormati haknya, memuliakannya, menghidupkan sunnahnya, mengikuti seruannya, menyebarluaskan tuntunannya, tidak menuduhnya melakukan hal yang tidak baik, menyebarluaskan ilmunya dan memahami segala arti dari ilmu-ilmu itu, mengajak manusia kepada ajarannya, berlaku santun dalam mengajarkannya, mengagungkannya dan berlaku baik ketika membaca sunnah-sunnahnya, tidak membicarakan hal-hal yang tidak diketahuinya tentang sunnahnya, memuliakan para pengikut sunnahnya, meniru akhlak dan kesopanannya, mencintai keluarganya, para sahabatnya, meniggalkan orang yang melakukan perkara bid'ah dan orang yang tidak mengakui salah seorang shahabat beliau dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, nasihat untuk para pemimpin umat Islam, maksudnya ialah menolong mereka dalam kebenaran, menaati perintah mereka dan memperingatkan kesalahan mereka dengan lemah lembut, memberitahu mereka jika mereka lupa, memberitahukan kepada mereka apa yang menjadi hak-hak kaum muslim, tidak melawan mreka dengan senjata, dan makmum shalat di belakang mereka, berjihad bersama mereka dan mendo'akan mereka untuk mendapatkan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, nasihat untuk seluruh kaum muslimin selain para penguasa, maksudnya ialah memberikan bimbingan kepada mereka apa yang dapat memberikan kebaikan bagi mereka dalam urusan dunia dan akhirat, memberikan bantuan kepada mereka, menutup aib dan cacat mereka, menghindarkan mereka dari hal-hal yang membahayakan dan mengusahakan kebaikan bagi mereka, menyuruh mereka berbuat ma'ruf dan mencegah mereka dari kemungkaran dengan sikap santun dan ikhlas, kasih sayang dengan mereka, memuliakan yang tua dan menyayangi yang muda, memberikan nasihat yang baik kepada mereka, menjauhi kebencian dan kedengkian, mencintai sesuatu yang menjadi hak mereka seperti mencintai sesuatu yang menjadi miliknya sendiri, tidak menyukai sesuatu yang tidak mereka sukai sebagaimana yang ia sendiri tidak menyukainya, melindungi harta dan kehormatan mereka, dan sebagainya baik dengan ucapan maupun perbuatan serta menganjurkan keapda mereka untuk menerapkan perilaku-perilaku tersebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi nasihat merupakan fardhu kifayah, jika telah ada yang melaksanakannya, maka yang lain terlepas dari kewajiban ini. Hal ini merupakan suatu keharusan yang dikerjakan sesuai kemampuan. Nasihat dalam bahasa Arab artinya membersihkan atau memurnikan seperti pada kalimat ''nashakhtul 'asala'' artinya saya membersihkan madu sampai tinggal tersisa yang murni. Akan tetapi, ada yang mengatakan bahwa nasihat juga mempunyai makna lain. Wallahu a'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Syarah Hadits Arbain Imam Nawawi, Ibnu Daqiq Al'Ied, Media Hidayah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-115497531938980637?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/115497531938980637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=115497531938980637&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115497531938980637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115497531938980637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/08/agama-adalah-nasehat.html' title='Agama Adalah Nasehat'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-32292153.post-115489006536812815</id><published>2006-08-06T21:21:00.000+03:00</published><updated>2006-08-14T19:23:36.483+03:00</updated><title type='text'>sakit itu rizki</title><content type='html'>Betapa tidak?!&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita sebagai manusia biasa  telah melakukan kesalahan baik itu sengaja ataupun tidak disengaja. Beberapa kesalahan mungkin adalah perbuatan yang sangat merugikan orang lain, terlebih merugikan diri sendiri jika hal tersebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;melanggar norma atau kaidah dalam tuntunan beragama&lt;/span&gt;, yaitu kaitannya kepada "Sang" Pencipta Allah SWT. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Maka  apabila demikian adanya ringkas kata itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;adalah perbuatan dosa&lt;/span&gt;. Dosa besar dan dosa kecil tentulah akan mendapatkan balasan yang setimpal, baik di dunia ataupun kelak di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balasan dari perbuatan dosa yang diberikan Allah SWT di dunia berupa azab yang di alami seseorang semasa hidupnya, misalnya sakit yang diderita tidak kunjung sembuh bahkan membawa seseorang meninggalkan dunia ini untuk selamanya "meninggal dunia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Utama: &lt;br /&gt; -Tuhfatul Maridh, Abdullah bin Ali Al-Ju'aitsin, Edisi Indonesia: Hiburan bagi Orang yang Sakit, Penerjemah: Kathur Suhardi. Penerbit: Putaka Al-Kautsar, Jakarta. &lt;br /&gt;Sumber Pendukung:&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/32292153-115489006536812815?l=dunia-maharani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/feeds/115489006536812815/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=32292153&amp;postID=115489006536812815&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115489006536812815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/32292153/posts/default/115489006536812815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dunia-maharani.blogspot.com/2006/08/sakit-itu-rizki.html' title='sakit itu rizki'/><author><name>Ocha</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_u337ThvlyDw/Sk8bsic-t9I/AAAAAAAAB3c/ZRpmmPswbEg/S220/Bismillah.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
